sinarilmuku


Tinggalkan komentar

E-business

silahkan didownload disini

Iklan


Tinggalkan komentar

ANALISIS STRATEGI PEMASARAN

Telekomunikasi Selular. Tbk

unipdu1

 

Oleh :

Muhammad Helmy (4114109)

Dosen Pengampu

EndangKurniawan, S.Kom., M.M., CEH, CHFI, CIPM.

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS PESANTREN TINGGI DARUL ‘ULUM JOMBANG

TAHUN AKADEMIK 2017

 

KATA PENGANTAR

 

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. Berkat rahmat dan hidayah-Nya kami telah  berhasil menyusun Laporan yang berjudul Analisis Strategi  Pemasaran PT. Telekomunikasi Selular.Tbk.

Saya menyadari bahwa laporan yang saya susun masih jauh dari sempurna dikarenakan adanya keterbatasan kemampuan saya.Namun demikian saya  telah berusaha dengan segala  kemampuan.

 

 

Jombang Januari  2017

 

Penyusun

 

 

 DAFTAR ISI

 

Halaman Judul

Kata Pengantar

Daftar Isi

Daftar Tabel

Daftar Gambar

BAB  1 PENDAHULUAN

1.1            Latar Belakang

1.2            Rumusan Masalah

1.3            Tujuan Penelitian

1.4            Kegunaan penelitian

 

BAB 2 LANDASAN TEORI

2.1          Manajemen

2.2          Manajemen Pemasaran

2.2.1  Strategi Pemasaran

2.2.2  Bauran Pemasaran

2.3          Manajemen Strategi

 

BAB  3  METODE PENELITIAN

3.1  Desain Penelitian

3.2  Teknik Pengambilan Data

 

BAB 4 PEMBAHASAN

4.1  Profil Perusahaan

4.2  Overview & History

4.3  Product

4.4  Vision / Mission Analysis

4.5  Internal Analysis

4.6  Eksternal Analysis

4.7  Analisis STP PT. Telekomunikasi Selular. Tbk

4.8  Analisis Bauran Pemasaran PT. Telekomunikasi Selular. Tbk

 

BAB  5  PENUTUP

5.1  Simpulan

5.2  Saran

 

Daftar Pustaka

 

 

Daftar Tabel

4.1 Vision Analysis

4.2 Mision Analysis

4.3 After vision improved

4.4 After mision improved

4.5 Statement of revenue

4.6 Statement of balance sheet

4.7 Statement of cash flow

4.8 Anancial ratio analysis

4.9 Competitor comparation telkomsel

4.10 Competitor comparation Indosat

4.11 Competitor comparation xl

4.12 Internal Analysis

4.13 Internal Analysis

4.14 External Analysis

4.15 External Analysis

 

Daftar Gambar

 

4.1 Produk Telkomsel ( Halo,simPATI,As )

4.2 Market share

4.3 Indosat

4.4 Xl

4.5 Three (3)

4.6 Smartfren

4.7 Organization structure

 


 

BAB  I

PENDAHULUAN

 

1.1  Latar Belakang

Seiring dengan berjalannya waktu, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin pesat meningkat, serta arus globalisasi yang tak terbendung, menyebabkan batas-batas wilayah antar daerah bahkan antar negara menjadi semakin tak terlihat. Dampaknya adalah transformasi pada segala bidang kehidupan, tak terkecuali pada industri bisnis telekomunikasi.

Kebutuhan akan akses komunikasi digital menjadi hal mutak yang tidak bisa diganggu gugat pada pola kehidupan manusia modern dewasa ini. Pasalnya segala aspek kehidupan di manapun itu sudah barang tentu memerlukan akses komunikasi yang cepat dan efektif untuk memudahkan segala aktifitas.

Dengan semakin berkembangnya industri provider telepon selular sekarang ini,maka akan menimbulkan persaingan dimana-mana. Hal ini menyebabkan konsumen mempunyai banyak alternatif pilihan serta semakin selektif pula dalam menentukan pilihanya. Oleh karena itu marketer dituntut untuk tidak saja menjual produknya melainkan juga harus mengetahui bagaimana menyajikan alternatif yang baik ke pasar yang menjadi sasaran,dibandingkan dengan para pesaingnya agar dapat memaksimalkan pangsa pasarnya.

Atas dasar itu maka saya akan mencoba melakukan analisis lebih jauh mengenai strategi pemasaran yang dilakukan oleh PT. Telekomunikasi Selular. Tbk.

 

1.2  Identifikasi Masalah

Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan pada latar belakang, maka kami

merumuskan permasalahan yang akan diteliti antara lain :

  1. Bagaimana penilaian visi dan misiterhadap PT.Telekomunikasi Selular,Tbk?
  2. Bagaimana penilaian lingkungan bisnis ( SWOT )PT.Telekomunikasi Selular,Tbk?
  3. Bagaimanastrategi pemasaran yang dilakukanoleh PT.Telekomunikasi Selular,Tbk?
  4. Bagaimana bauran pemasaran PT.Telekomunikasi Selular,Tbk?
  5. Bagaimana perbandingan strategi pemasaran PT.Telekomunikasi Selular,Tbkdengan kompetitornya?

 

 

1.3  Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian ini adalah :

  1. Untuk mengetahui, menjelaskandan menganalisis penilaian visi dan misi dari  PT.Telekomunikasi Selular,Tbk.
  2. Untuk mengetahui, menjelaskan dan menganalisis lingkungan bisnis (SWOT) PT.Telekomunikasi Selular,Tbk.
  3. Untuk menjelaskan bauran pemasaran dariPT.Telekomunikasi Selular,Tbk.
  4. Untuk menjelaskan dan menganalisis strategiPT.Telekomunikasi Selular,Tbk.
  5. Untuk menjelaskan perbandingan strategi pemasaran PT.Telekomunikasi Selular,Tbk.

 

1.4  Kegunaan penelitian

Kegunaan penelitian makalah ini adalah sebagai berikut :

  1. Bagi penulis

Untuk membantu mengetahui,menganalisis dan menjelaskan tentang strategi pemasaran yang dilakukan oleh PT. Telekomunikasi Selular. Tbk dengan menerapkan teori-teori yang penulis terima dari perkuliahan.

 

  1. Bagi Pembaca

Sebagai referensi bahan informasi dan kajian tentang strategi pemasaran yang dilakukan PT. Telekomunikasi Selular. Tbk.

BAB II

LANDASAN TEORI

 

2.1     Pengertian Manajemen

Manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
2.2           Manajemen Pemasaran

Manajemen pemasaran adalaha salah satu kegiatan pokok yang dilakukan oleh perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan perusahaannya, berkembang, dan mendapatkan laba. Proses pemasaran itu dimulai jauh sebelum barang-barang diproduksi, dan tidak berakhir dengan penjualan. Kegiatan pemasaran perusahaan harus juga memberikan kepuasan kepada konsumen juga menginginkan usaha berjalan terus, atau konsumen mempunyai pandangan yang lebih baik terhadap perusahaan.

 

2.2.1    Strategi Pemasaran

Pengertian Segmentasi, targeting, Positioning  (STP)

Setelah mengetahui dari pemasaran , maka kita harus mengetahui strategi pemasaran diantaranya:

 

  1. SEGMENTASI

Saladi (2003:83) pengertian segmentasi pasar adalah sebagai berikut : segmentasi pasar adalah proses pengelompokkan-pengelompokkan pasar ke dalam kelompok pembeli yang potensial dengan kebutuhan yang sama dan atau karakteristik yang disukai serta memperlihatkan hubungan pembelian yang sama pula.Segmen pasar atau market segments dalah kelompok orang atau kelompok organisasi yang memiliki kesamaan karakteristik sehingga mereka juga memiliki kebutuhan produk yang sama. Segmen pasar yang ideal harus memenuhi semua kriteria.

Kotler Keller (2006:281) segmentasi pasar membagi sebuah pasar ke dalam kelompok-kelompok yang khas berdasarkan kebutuhan, karakteristik, atau perilaku yag mungkin membutuhkan produk atau  bauran pemasaran yang terpisah.

DASAR SEGMENTASI PASAR KONSUMEN

Kita menggunakan dua kelompok variable yang luas untuk mensegmentasikan pasar konsumen. Beberapa peneliti berusaha mendefinisikan segmen dengan melihat karakteristik deskriptif: geografis, demografis, dan psikografis. Lalu mereka memeriksa apakah segmen pelanggan ini mempunyai kebutuhan atau respons produk yang berbeda. Miisalnya, mereka dapat mempelajari berbagai sikap kalangan “professional”, “kerah biru”, dan kelompok lain terhadap, misalnya, “keamanan” sebagai manfaat sebuah mobil.

Peneliti lain berusaha mendefinisikan segmen dengan melihat perimbangan perilaku, seperti respons konsumen terhadap manfaat, alasan pengguna, atau merek. Lalu peneliti melihat apakah ada karakteristik yang berbeda untuk setiap segmen respon-konsumen. Misalnya apakah orang yang lebih menginginkan latar belakang geografis, demografis, dan psikografis yang bebeda?

Apapun jenis skema segmentasi yang kita gunakan, kuncinya adalah menyesuaikan program pemasaran untuk mengenali perbedaan pelanggan.

 

  • SEGMENTASI GEOGRAFIS

Segmentasi geografis memerlukan pembagian pasar menjadi berbagai unit geografis seperti Negara, Negara bagian, wilayah, kabupaten, kota, atau lingkungan sekitar. Perusahaan dapat beroperasi diseluruh daerah, sambil tetap memberikan perhatian pada variasi lokal. Misalnya, para penjual jaket hangat biasanya menjual di daerah yang sejuk seperti bandung, lembang, bogor, dan daerah-daerah lainnya, karena jika  jaket hangat dijual di kota dataran rendah seperti Karawang mungkin akan sedikit peminat yang membeli.

  • SEGMENTASI DEMOGRAFIS

Dalam segmentasi demografis, kita membagi pasar menjadi kelompok-kelompok yang bedasarkan variable seperti usia, ukuran keluarga, siklus hidup keluarga, jenis kelamin, penghasilan, pekerjaan, pendidikan, agama, ras, generasi, kebangsaan, dan kelas social. Salah satu alasan variable demografis begitu popular bagi pemasar adalah bahwa variable ini sering terkait erat dengan kebutuan dengan keinginan konsumen. Alasan lainnya adalah variable-variabel itu mudah diukur. Bahkan ketika kita menggambarkan pasar sasaran dalam istilah nondemografis (misalnya, berdasarkan jenis kepribadian), kita akan mungkin harus kembali ke karakteristik demografis untuk memperkirakan ukuran pasar dan media yang harus kita gunakan untuk mencapainya secara efisien.

  • SEGMENTASI PSIKOGRAFIS

Psikografi adalah ilmu untuk menggunakan psikologi dan demografi guna lebih memahami konsumen. Dalam segmentasi psikografis, pembeli dibagi menjadi berbagai kelompok berdasarkan sifat psikologis / kepribadian, gaya hidup, atau nilai. Orang-orang di dalam kelompok demografi yang sama bisa memiliki profil psikografis yang sangat berbeda.

 

  1. TARGETING

Setelah perusahaan menentukan segmentasi pasarnya maka langkah selanjutnya adalah menentukan target pemasarannya.

Targeting adalah proses mengevaluasi setiap daya tarik segmen kemudian memilih satu atau lebih karakteristik untuk dilayani. Targeting adalah persoalan bagaimana memilih, menyeleksi, dan menjangkau pasar. Targeting atau menetapkan target pasar merupakan tahap selanjutnya dari analisis segmentasi. Produk dari targeting adalah target market (pasar sasaran), yaitu satu atau beberapa segmen pasar yang akan menjadi fokus kegiatan-kegiatan pemasaran. Kadang-kadang targeting juga disebut selecting karena marketer harus menyeleksi. Targeting adalah proses mengevaluasi segmen pasar dan memusatkan upaya pemasaran pada negara, kawasan atau kelompok orang yang memiliki potensi signifikan untuk beraksi secara positif terhadap stimulus pemasaran dari perusahaan. Proses targeting mencerminkan kenyataan bahwa perusahaan harus mengidentifikasi pelanggan yang dapat diakses dan dilayani secara efektif dan efisien.

Menurut Ariadi Abimanju, targeting adalah mengenal segmen pasar yang telah ditentukan dan merencanakan cara apa yang paling optimal agar segmen pasar memberikan kemungkinan paling besar untuk membeli produk yang akan dijual/dipasarkan. Penentuan targeting sangat tergantung dari hal-hal seperti karakter produk, karakter segmentasi, dan tingkat persaingan pada segmen yang sudah dipilih. Targeting ini menentukan kepada siapa target market dari suatu produk, apakah kepada semua orang, sebagian orang atau orang-orang tertentu yang memiliki kekhususan.

 

 

 

  • Penetapan Target Pasar

Bagaimana cara melakukan target market? Dalam menetapkan target market perusahaan (targeting) dapat mempertimbangkan pola-pola, dapat dijelaskan sebagai berikut :

(1) Diferensiasi segmen, bidang usaha yang membedakan segmen pasar sehingga perusahaan menyediakan kebutuhan produk berbeda untuk tiap segmen yang berbeda pula disesuaikan dengan kebutuhan tiap segmen dan memberikan berbagai varian dari produk yang ditawarkan.

(2) Undiferensiasi segmen, bidang usaha yang tidak membedakan segmen pasar.

(3) Consentrate marketing, spesifikasi usaha yang maksudnya adalah perusahaan berkonsentrasi melayani kebutuhan dalam kelompok tertentu karena tidak semua orang bisa menikmati produk yang tersedia.

(4) Market coverage strategy, merupakan strategi yang dilakukan dengan menggunakan sistem membership serta produk tidak dijual bebas (hanya di toko sendiri) sehingga dapat memudahkan konsumen dan produsen.

Jika sewaktu-waktu ada perusahaan yang memilih berkonsentrasi pada segmen tertentu saja, Hal itu dilakukan karena dana yang terbatas, segmen tersebut tidak memiliki pesaing, dan merupakan segmen yang paling tepat sebagai landasan untuk ekspansi ke segmen lainnya. Ada cara untuk menetukan Target Pasarnya, yaitu:

  1. Spesialisasi selektif Perusahaan memilih sejumlah segmen pasar yang menarik dan sesuai dengan tujuan serta sumber daya yang dimiliki.
  2. Spesialisasi pasar Perusahaan memusatkan diri pada upaya melayani berbagai kebutuhan dari suatu kelompok pelanggan tertentu.
  3. Spesialisasi produk Perusahaan memusatkan diri pada pembuatan produk tertentu yang akan dijual kepada berbagai segmen pasar.
  4. Pelayanan penuh (full market coverage) Perusahaan berusaha melayani semua kelompok pelanggan dengan semua produk yang mungkin dibutuhkan. Hanya perusahaan besar yang mampu menerapkan strategi ini, karena dibutuhkan sumber daya yang sangat besar.
  • Proses Targeting

Makin besar segmen, kecenderungan konsumen untuk memilih makin besar. Jika akan merumuskan targeting, rumuskan atau defenisikan pasar potensial terlebih dahulu.

Dalam Market Plus on Strategy, Hermawan Kartajaya menegaskan bahwa dengan menggunakan targeting, perusahaan akan dapat memilih satu atau lebih pasar yang akan dituju. Di samping untuk dapat menempatkan sumber daya yang dimilikinya secara efektif, targeting sebagai fitting strategy (strategi penempatan produk) mempunyai kriteria utama, yaitu besarnya ukuran pasar (size), pertumbuhan pasar (growth), keunggulan kompetitif (competitive advantage) yang dimiliki oleh perusahaan, dan situasi persaingan (competitive situation) yang dihadapi oleh perusahaan. Dengan melakukan targeting sebuah perusahaan tidak akan membabi buta menyerang pasar dengan segala kemampuan.

 

 

 

  1. POSITIONING

Setelah segmentasi pasar sudah dilakukan, terget pemasaran juga sudah dilakukan, maka langkah selanjutnya adalah Positioning.

Dalam pemasaran, Positioning adalah cara yang dilakukan oleh marketer untuk membangun citra atau identitas di benak konsumen untuk produk, merk atau lembaga tertentu. Positioning adalah membangun persepsi relatif satu produk dibanding produk lain. Karena penikmat produk adalah pasar, maka yang perlu dibangun adalah persepsi pasar. Reposisi produk sangat ditentukan dari sudut pandang mana konsumen melihat citra produk kita, apabila kita menerapkan family branding dalam mengembangkan produk, maka keseluruhan citra perusahaan akan sangat mempengaruhi citra produk.

Re-Positioning merupakan kegiatan yang melibatkan penggantian identitas produk, jalinan kompetitor yang ada dan mengubah citra yang ada di benak konsumen.

De-Positioning merupakan kegiatan untuk mengganti jalinan kompetitor, tujuannya adalah untuk mengganti segmen pasar dan kegiatan ini mengharuskan pemilik merk untuk mengubah citra produk yang ada di benak konsumen. Contoh paling nyata adalah dalam industri otomotif, Yamaha melakukan de-Positioning untuk produk Vega R nya dari segmen menengah ke segmen ekonomis, sebagai pesaing langsung produk murah dari china, produk supra fit dari honda dan Smash dari suzuki.

Apa itu Positioning (Pengertian Positioning) Menurut Para Ahli?

Positioning adalah tindakan perusahaan untuk merancang produk dan bauran pemasaran agar dapat tercipta kesan tertentu diingatan konsumen. Sehingga dengan demikian konsumen segmen memahami dan menghargai apa yang dilakukan perusahaan dalam kaitannya dengan para pesaingnya. Bagi perusahaan tindakan untuk meneliti atau mengindentifikasi posisi pesaing dan memutuskan untuk mengambil posisi setaraf dengan posisi pesaing atau mencari kesempatan dalam pasar. Jika posisi perusahaan itu sendiri dekat dengan pesaing lainnya, perusahaan itu harus menyeleksi dan kemudian mencari perbedaan lebih lanjut melalui perbedaan-perbedaan tersendiri.

Menurut Kotler Keller yang di kutip oleh Hermawan Kartajaya,Yuswohady,Jacky Musry,dan Taufik  (2004:57): The age of designing the company’s offering and image to occupy a distinctive place in the target costumer,benefit and prices.

Maknanya, mencari ‘posisi’ di dalam pasar, langkah ini dilakukan setelah menentukan strategi segmentasi yang dipakai. Dengan kata lain Positioning adalah suatu tindakan atau langkah-langkah dari produsen untuk mendesain citra perusahaan dan penawaran nilai dimana konsumen didalam suatu segmen tertentu mengerti dan menghargai apa yang dilakukan suatu segmen tertentu, mengerti dan menghargai apa yang dilakukan suatu perusahaan, dibandingkan dengan pesaingnya

Sedangkan menurut Cravens (1991:255), keputusan pemilihan target pasar merupakan titik vokal dari strategi pemasaran itu sendiri dan menjadi dasar dalam menentukan tujuan dan pengembangan strategi Positioning. Oleh karena itu, strategi Positioning merupakan faktor utama dalam meningkatkan kekuatan posisi pasar perusahaan di suatu pasar tertentu dibanding pesaing-pesaingnya. Dari definisi diatas terkandung pengertian bahwa Positioning berorientasi pada pikiran atau persepsi konsumen. Jadi Positioning adalah usaha untuk menemukan suatu celah di benak konsumen agar konsumen mempunyai image yang khusus terhadap produk atau merk produk atau bahkan terhadap perusahaan.

Konsep Positioning

Secara umum, ada tiga tipe konsep postioning :

  1. Functional positions

–          Pemecahan masalah

–          Menyediakan manfaat bagi konsumen

–          Memperoleh persepsi yang menyenangkan dari investor

  1. Symbolic positions

–          Peningkatan citra diri

–          Identifikasi diri

–          Rasa ikut memiliki dan tingkat penghargaan lingkungan terhadap perusahaan

–          Membangun pengaruh yang cukup kuat dalam segmen pasar tertentu

 

  1. Experiential positions

–          Mampu menstimulasi sensor motoric

–          Mampu menstimulasi sensor kognitif

 

Proses Positioning Produk

Pada umumnya, proses Positioning produk melibatkan :

–          Mendefinisikan ke segmen pasar mana produk tersebut akan disaingkan

–          Mengidentifikasikan dimensi atribut dan kemasan untuk menentukan seberapa besar pasar

–          Mengumpulkan informasi dari konsumen tentang persepsi mereka tehadap produk dan produk pesaing

–          Mengukur seberapa jauh persepsi konsumen terhadap produk

–          Mengukur seberapa besar pasar produk pesaing

–          Mengukur kombinasi target pasar untuk menentukan marketing variable dalam melakukan marketing mix

–          Menguji ketepatan antara daya saing produk kita dengan produk pesaing

–          Posisi produk kita dalam persaingan

–          Posisi vektor ideal dalam marketing mix

 

 

Positioning produk

Proses Positioning untuk barang dan jasa sama saja, meskipun jasa tidak memiliki wujud fisik, namun prosesnya sama. Hanya saja karena jasa tidak memiliki visualisasi yang jelas, maka sebelum membangun Positioning, kita harus bertanya kepada konsumen nilai tambah apa yang mereka inginkan dari layanan kita, mengapa mereka akan memilih jasa orang lain dibanding jasa kita? dan apakah ada karakteristik khusus yang membedakan layanan kita dibanding perusahaan lain?

Menuliskan nilai pembeda dari sudut pandang konsumen merupakan tahap awal proses Positioning kita. Ujikan kepada orang yang belum mengenal apa yang kita lakukan dan apa yang kita jual, kemudian perhatikan ekspresi wajah merekan dan bagaiman mereka merespon kita. Pada saat mereka ingin tahu lebih banyak tentang produk kita karena mereka tertarik dengan prolog kita, maka kita sdah berada di jalur yang tepat.

Strategi Positioning Produk

Kemampuan untuk mengidentifikasi peluang Positioning merupakan ujian yang berat bagi seorang marketer. Keberhasilan satu Positioning biasanya berakar pada berapa lama produk tersebut mempunyai keunggulan bersaing. Beberapa hal mendasar dalam membangun strategi Positioning satu produk antara lain :

Positioning pada fitur spesifikasi produk

Positioning pada spesifikasi penggunaan produk

Positioning pada frekuensi penggunaan produk

Positioning pada alasan mengapa memilih produk tersebut dibanding pesaing

Positioning melawan produk pesaing

Positioning dengan melakukan pemisahan kelas produk

Positioning dengan menggunakan simbol budaya/kultur

Peran Positioning Dalam Strategi Pemasaran

Menurut Craven (1991:270) bahwa Positioning memegang peran yang sangat besar dalam strategi pemasaran, setelah melakukan analisis pasar dan analisis pesaing dalam suatu analisis internal perusahaan(total situation analysis).

Alasannya dunia sekarang ini dilanda over komunikasi, terjadi ledakan barang, media, maupun iklan. Akibatnya pikiran para prospek menjadi ajang pertempuran.

Oleh karena itu, agar dapat berhasil dalam suatu masyarakat yang over komunikasi, perusahaan apa pun sebaiknya mampu menciptakan suatu posisi yang mempertimbangkan tidak hanya kekuatan dan kelemahan perusahaan sendiri, tetapi juga kekuatan dan kelemahan pesaingnya dalam pikiran prospeknya. Itulah sebabnya, ancangan dasar ‘Positioning’ tidak lagi sekadar menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda dengan yang lain, tetapi memanfaatkan dengan cerdik apa yang ada di dalam pikiran dan mengkaitkan hubungan-hubungan yang telah ada, hal ini karena pikiran manusia juga memiliki tempat bagi setiap keping informasi yang telah dipilih untuk disimpan.

Sementara itu, pikiran konsumen sering dianologikan sebagai benteng terakhir pertahanan melawan riuhnya komunikasi, sebagai tempat menyaring, menerima atau menolak informasi yang ditawarkannya. Apabila ternyata pikiran konsumen telah terbentuk, biasanya produsen lain mengalami kesulitan untuk merubahnya, apalagi pesaingnya tidak tinggal diam melakukan reposisi. Konkritnya, satu hal pokok yang perlu dilakukan dalam usaha ‘memaku mati’ pesan di dalam pikiran seseorang adalah sama sekali bukan yang berhubungan dengan pesannya, tapi justru pikiran itu sendiri. Pikiran yang bersih adalah pikiran yang belum dipoles oleh merk lain. Sehingga peranan Positioning merupakan sistem yang terorganisir dalam upaya menemukan suatu hal yang tepat, pada waktu yang tepat di dalam pikiran seseorang.

 

Product Positioning

Dalam proses Positioning selalu dimulai product Positioning. Pendapat ini dikemukakan oleh Regis Mc Kenna (2009:37), yang juga mengemukakan definisi product Positioning sebagai berikut:

The Positioning process should begin with the product themselves. To gain a strong product Positioning, a company must differentiate its product from all other products on the market. The goal is to give theproduct a unique position in the market place.”

Dari definisi diatas mengandung pengertian bahwa proses Positioning harus dimulai dengan produk itu sendiri. Untuk mencapai product Positioning yang kuat suatu perusahaan perlu melakukan diferensiasi dalam banyak faktor yaitu: teknologi, harga, kualitas, saluran distribusi atau sasaran konsumennya.

Rumusan Positioning yang dikemukakan Kenna (2009:37) menjelaskan perusahaan sewaktu akan melakukan product Positioning perlu mempertimbangkan 4 (empat) hal kunci utama, disebut sebagai The Golden Rules of Product. Adapun uraiannya sebagai berikut:

  1. Perusahaan perlu mengikuti trenddan dinamika pasar, seperti trendteknologi, persaingan, sosial, dan ekonomi.
  2. Perusahaan harus memfokuskan pada posisi teknologi dan kualitas.
  3. Perusahaan harus mentargetkan produknya pada segmen pasar tertentu misalnya pada segmen masyarakat atas, menengah atau bawah. Karena lebih baik menjadi ikan besar dalam kolam kecil daripada menjadi ikan kecil di kolam besar (it’s better to big fish in a little pond).
  4. Perusahaan harus mau bereksperimen dengan tipe produk baru, kemudian memperhatikan reaksi pasar. Jika pemakai menyarankan perubahan maka perusahaan harus menyesuaikan strateginya.

 

Product Positioning Strategy

Product Positioning sangat berhubungan dengan segmentasi pasar karena penempatan produk tersebut ditujukan melayani target market tertentu. Oleh karena itu, pengertian strategi product Positioning sebagai suatu strategi yang digunakan untuk menanamkan suatu citra produk di benak konsumen sehingga produk tersebut terlihat menonjol dibandingkan dengan produk pesaing. Fokus utamanya adalah bagaimana caranya sehingga konsumen mempunyai persepsi yang sama dengan yang diharapkan produsen tentang produk yang ditawarkan. Kembali Kotler (2008:410) menjelaskan beberapa cara product Positioning yang dapat dilakukan pemasar dalam memasarkan produk kepada konsumen yang dituju, antara lain:

  1. Penentuan posisi menurut atribut

Ini terjadi bila suatu perusahaan memposisikan dengan menonjolkan atribut produk yang lebih unggul dibanding pesaingnya, seperti ukuran, lama keberadaannya, dan seterusnya. Misalnya Disneyland dapat mengiklankan din sebagai taman hiburan terbesar di dunia.

  1. Penentuan posisi menurut manfaat

Dalam pengertian ini produk diposisikan sebagai pemimpin dalam suatu manfaat tertentu. Misalnya Knotts Berry Farm memposisikan diri sebagai taman hiburan untuk orang-orang yang mencari pengalaman fantasi, seperti hidup di jamankeemasan koboi Old West.

 

  1. Penentuan posisi menurut penggunaan atau penerapan

Seperangkat nilai-nilai penggunaan atau penerapan inilah yang digunakan sebagai unsur yang ditonjolkan dibandingkan pesaingnya, misal: Japanese Deer Park memposisikan diri untuk wisatawan yang hanya ingin memperoleh hiburan singkat.

  1. Penentuan posisi menurut pemakai

Ini berarti memposisikan produk sebagai yang terbaik untuk sejumlah kelompok pemakai. Dengan kata lain pasar sasaran lebih ditujukan pada sebuah atau lebih komunitas, baik dalam arti sempit maupun dalam arti luas. Misalnya Magic Mountain dapat mengiklankan diri sebagai taman hiburan untuk ‘pencari tantangan’.

  1. Penentuan posisi menurut pesaing

Disini produk secara keseluruhan menonjolkan nama mereknya secara utuh dan diposisiskan lebih baik daripada pesaing. Misalnya: Lion Country Safari dapat beriklan memilk lebih banyak macam binatang jika dibandingkan dengan Japanese Deer Park.

6.Penentuan posisi menurut kategori produk

Disini produk diposisikan sebagai pemimpin dalam suatu kategori produk. Misalnya:

Marineland of the Pacific dapat memposisikan diri bukan sebagai ‘taman rekreasi’ tapi sebagai ‘lembaga pendidikan’.

  1. Penentuan posisi harga atau kualitas

Disini produk diposisikan sebagai menawarkan nilai terbaik. Misalnya Busch Gardens dapat memposisikan diri sebagai nilai terbaik untuk harga (dibandingkan penentuan posisi seperti kualitas tinggi/harga tinggi atau harga termurah.

 

 

2.2.2    Bauran Pemasaran

Pengertian bauran permasaran menurut Buchari Alma (2008 :205, bauran pemasaran merupakan strategi mencampur kegiatan kegiatan pemasaran agar dicari kombinasi maksimal sehingga mendatangkan hasil yang memuaskan.

Sumarni dan Soeprihanto (2010:274) menjelaskan, “marketing mix adalah kombinasi dari variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran yaitu produk, harga, promosi, dan distribusi. Dengan kata lain marketing mix adalah kumpulan dari variabel yang daat digunakan oleh perusahaan untuk dapat memegaruhi tanggapan konsumen”

  1. Product(Produk)

Menurut Sumarni dan Soeprihanto (2010:274), “produk adalah setiap apa saja yang bisa ditawarkan di pasar utnuk mendapatkan perhatian, permintaan, pemakaian, atau konsumsi yang dapat memenuhi keinginan atau kebutuhan”. Produk tidak hanya berupa barang tetapi juga berupa jasa ataupun gabungan dari keduanya (barang dan jasa)

 

  1. Price(Harga)

Menurut Sumarni dan Soeprihanto (2010:281) harga adalah “jumlah uang (ditambah beberapa produk kalau mungkin) yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari barang beserta pelayanannya”. Setelah produk yang diproduksi siap untuk dipasarkan, maka perusahaan akan menentukan harga dari produk tersebut.

 

  1. Place(Tempat)

Tempat dalam marketing mix biasa disebt dengan saluran distribusi, saluran dimana produk tersebut sampai kepada konsumen. Definisi dari Sumarni dan Soeprihanto (2010:288) “saluran distribusi adalah saluran yang digunakan oleh produsen untuk menyalurkan produk tersebut dari produsen sampai ke konsumen atau industri pemakai”.

 

  1. Promotion(promosi)

Menurut Tjiptono (2008:219),  pada hakikatnya promosi adalah suatu bentuk komunikasi pemasaran. Yang dimaksud dengan komunikasi pemasaran adalah aktivitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, memengaruhi/membujuk, dan mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli, dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan.

 

Pemasaran merupakan salah satu dari kegiatan kegiatan pokok yang kelangsungan hidupnya, berkembang dan memperoleh laba. Berhasil tidaknya dalam pencapaian tujuan bisnis tergantung pada keahlian dari pada perusahaan dalam bidang pemasaran maupun dalam bidang lainnya.

 

Basu swastha dan Irawan yang dikutip dari William Staton (2000:5) mendefinisikan pemasaran adalah suatu system keseluruhuan dari kegiatan-kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan,menentukan harga,mempromosikan, mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial

 

Georgorius Chandra (2002:1) mendefinisikan pemasaran adalah proses sosial dan manajerial dimana individu dan kelompok mendapatkan apa yang dipengaruhi oleh berbagai faktor sosial, budaya, politik, ekonomi, dan manajerial. Akibat dari pengaruh berbagai faktor tersebut adalah masing-masing individu maupun kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan dengan menciptakan, menawarkan dan menukarkan produk yang memiliki nilai komoditas.

Berdasarkan pengertian-pengertian diatas pemasaran merupakan sistem dari kegiatan-kegiatan  yang saling berhubungan, ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga dan mendistribusikan barang dan jasa kepada kelompok pembeli.

 

Apa yang dipasarkan?

Orang-orang pemasaran memasarkan 10 tipe entitas: barang, jasa, acara, pengalaman, orang, tempat, property (hak kepemilikan), organisasi, informasi, dan ide. Mari kita bahas kategori ini secara singkat.

  • Barang

Barang-barang fisik merupakan bagian terbesar dari usaha produk dan pemasaran kebanyakan Negara. Setiap tahun, perusahaan-perusahaan AS memasarkan miliaran produk makanan segar, kalengan, kemasan, dan beku, selain itu juga jutaan mobil, kulkas, televisi, mesin, dan sebagian pilar ekonomi modern lainnya. Berkat internet, bukan hanya perusahan yang memasarkan barang, bahkan individu pun dapat memasarkan barang secara efektif.

  • Jasa

Ketika ekonomi maju, semakin besar porsi aktivitas ekonomi yang berfokus pada produksi jasa. Perekonomian AS kini terdiri dari perpaduan produksi jasa dan barang dengan perbandingan 70-30. Jasa mencangkup pekerjaan maskapai udara, hotel, perusahaan penyewaan mobil, tukang pangkas dan salon, tenaga perbaikan & pemeliharaan, dan akuntan, banker, pengacara, insinyur, dokter, programmer piranti lunak, dan konsultan manajemen. Banyak tawaran pasar yang terdiri dari perpaduan antara barang dan jasa. Di restoran makanan cepat saji, misalnya, pelanggan mengkonsumsi baik produk maupun jasa.

  • Acara

Pemasaran mempromosikan acara berdasarkan waktu, seperti pameran dagang, pertunjukan seni, dan ulang tahun perusahaan. Acara olahraga dunia seperti Olimpiade dan piala dunia dipromosikan secara Agresif baik kepada perusahaan maupun penggemar.

  • Pengalaman

Dengan memadukan beberapa jasa dan barang, sebuah perusahaan dapat menciptakan, memamerkan, dan memasarkan pengalaman. Walt Disney World’s Magic Kingdom merupakan contoh pemasaran pengalaman ini, dengan mengijinkan pelanggan mengunjungi kerajaan peri, kapal bajak laut, atau rumah hantu. Ada juga pasar untuk pengalaman khusus, seperti menghabiskan satu minggu di kamp baseball, bermain dengan legenda-legenda baseball yang telah pensiun, menjadi konduktor Chicago Shymphoni Orchestra selama lima menit, atau mendaki gunung Everest.

  • Orang

Pemasaran selebriti adalah bisnis yang besar. Artis, musisi, CEO, dokter, pengacara, orang ahli keuangan kelas atas, dan professional lainnya dibantu oleh pemasar selebriti. Beberapa orang telah melakukan beberapa pekerjaan pemasaran sendiri, pikiran David Beckham, Oprah Winfrey, dan Rolling Stones. Konsultan manajemen Tom Peters yang juga ahli dalam self-branding menganjurkan kepada setiap orang menjadikan dirinya sebuah “merek”.

  • Tempat

Kota, Negara bagian, kawasan, dan seluruh bangsa bersaing secara aktif untuk menarik turis, pabrik, kantor pusat perusahaan, dan pemukim baru. Pemasar tempat mencangkup spesialis pengembangan ekonomi, agen real estate, bank komersial, asosiasi bisnis local, serta agen periklanan dan hubungan masyarakat. Las Vegas Convention & Tourism Authority menghabiskan sekitar $80 juga untuk kampanye iklan yang provokatif, “Apa yang terjadi disini, Tersimpan disini,” kembali ke akarnya sebagi “tempat bermain orang dewasa”, Las Vegas beraharap kampanye tersebut akan meningkatkan jumlah pengunjung dari 37,4 juta pada tahun 2004 menjadi 43 juta pada tahun 2009.

  • Property

Property adalah hak kepemilikan tak berwujud atas property yang sebenarnya (real estate) atau property financial (saham dan obligasi). Property dibeli dan dijual, dan pertukaran ini membutuhkan pemasaran. Agen Real Estate bekerja untuk pemilik atau penjual property, mereka juga bisa menjual Real Estate untuk pemukiman maupun untuk perdagangan. Perusahaan investasi dan bank memasarkan sekuritas kepada investor institusional maupun individual.

  • Organisasi

Organisasi secara aktif bekerja untuk membangun citra yang kuat, disukai dan unik di benak publiknya. Di Inggirs, program pemasaran “Every Little Helps” tesco mencerminkan perhatian pemasaran makanan terhadap detail dari segala hal yang dilakukannya, didalam maupun diluar took di masyarakat dan lingkungan. Kampanye tersebut telah menempatakan tesco di puncak industry rantai supermarket di Inggris. Universitas, Museum, organisasi pertunjukan seni, dan organisasi nilaba menggunakan pemasaran untuk meningkatkan citra publik mereka dan bersaing untuk mendapatkan khalayak dan dana. Kampanye identitas perusahaan adalah hasil dari program riset pasar yang intensif. Inilah yang terjadi pada kampanye “Sense and Simplicity” Philips.

  • Informasi

Informasi adalah apa yang dihasilkan, dipasarkan, dan didistribusikan oleh buku, sekolah, dan produk Universitas dengan harga tertentu kepada orang tua, siswa, dan komunitas. Majalah seperti Road and Track, PC World, dan Vogue, masing-masing memasok informasi tentang mobil, computer, dan dunia mode. Produksi, pengamasan, dan distribusi informasi adalah beberapa industry besar dalam masyarakat. Bahkan perushaan-perusahaan yang menjual produk fisik berusaha untuk menambah nilai melalui penggunaan informasi. Misalnya, CEO Siemens Medical Systems, Tom McClausland, mengatakan, produk kami bukan semata-mata sinar-X atau MRI, melainkan informasi. Bisnis kami benar-benar teknologi informasi layanan kesehatan, dan produk akhir kami sebenarnya adalah catatan pasien elektronik: informasi tentang uji laboratorium, patologi, obat, dan juga dikte suara.

  • Ide

Setiap penawaran pasar mengandung sebuah ide/ gagasan dasar. Charles Revson dari Revlon pernah mengamati: Di Pabrik, kami membuat kosmetik di toko kami menjual harapan. Produk dan jasa adalah landasan untuk menghasilkan ide atau manfaat, pemasar social sibuk mengembangkan ide seperti “Teman Tidak Membiarkan Temannya Mengemudi dalam keadaan Mabuk”. Dan “Pikiran Tidak Boleh Disia-siakan.”

Siapa yang Memasarkan?

Pemasar dan prospek pemasar (marketer) adalah seseorang yang mencari respon perhatian, pembelian, dukungan, sumbangan dari pihak lain yang disebut prospek (prospect). Jika dua pihak ingin menjual sesuatu satu sama lain, kita menyebut dua pihak tersebut pemasar.

Pemasar memang terampil dalam menstimulasi permintaan akan produk perusahaan mereka, namun pandangan tersebut terlalu sempit untuk menggambarkan tugas mereka. Seeprti para professional dalam bidang produksi dan logistik bertanggung jawab atas manajemen pasokan, pemasaran bertanggung jawab atas manajemen permintaan. Manajer pemasaran berusaha memengaruhi tingkat, waktu, dan komposisi permintaan untuk mencapai tujuan organisasi. Ada delapan keadaan permintaan yang mungkin terjadi:

  1. Pemintaan negative

Konsumen tidak mnyukai produk dan mungkin bahkan berusahan menghindarinya

  1. Permintaan yang tidak ada

Konsumen mungkin tidak sadar akan atau tidak tertarik pada produk

  1. Perminataan laten

Konsumen mungkin memiliki suatu kebutuhan yang kuat yang tidak bisa dipenuhi oleh produk yang ada

  1. Permintaan yang menurun

Konsumen mulai jarang membeli produk atau tidak membeli sama sekali.

  1. Pemintaan tidak teratur

Konsumen membeli secara musiman, bulanan, mingguan, harian, atau bahkan dalam perhitungan jam.

  1. Permintaan penuh

Konsumen membeli semua produk yang dilempar ke pasar.

  1. Permintaan berlimpah

Konsumen mau membeli produk lebih banyak daripada produk yang ada.

  1. Permintaan tak sehat

Konsumen mungkin tertarik pada produk yang memiliki konsekuensi social yang tidak diinginkan.

Dalam setiap kasus, pemasar harus mengidentifikasikan penyebab mendasar dari suatu keadaan permintaan dan kemudian menentukan suatu rencana tundakan untuk mengalihkan keadaan permintaan tersebut ke keadaan permintaan yang diinginkan.

  • Pasar

Secara tradisional, “pasar” adalah tempat fisik di mana pembeli dan penjual berkumpul untuk membeli dan menjual barang. Para ekonom mendeskripsikan pasar sebagai sekumpulan pembeli dan penjual yang bertransaksi atau suatu produk atau kelas produk tertentu (seperti pasar perumahan atau pasar gandum). Ekonomi modern berisi pasar seperti itu.

Lima pasar dasar dan alur hubungannya menunjukan perusahaan manufaktur/produsen datang ke pasar sumber daya (pasar bahan mentah, pasar tenaga kerja, pasar uang) membeli sumber daya dan mengubahnya menjadi barang dan jasa, lalu menjual produk jadi kepada perantara, yang kemudian menjualnya kepada konsumen. Konsumen menjual tenaga mereka dan menerima uang yang digunakan untuk membeli barang dan jasa. Pemerintah mengumpulkan pendapatan pajak untuk membeli barang dan jasa dari pasar sumber daya, produsen, serta perantara, dan menggunakan barang dan jasa ini untuk mnyediakan layanan public. Perekonomian setiap bangsa dan perekonomian dunia terdiri atas berbagai pasar dengan interaksi kompleks, yang saling terkait melalui proses pertukaran.

Pemasar sering menggunakan istilah pasar (market) untuk mencangkup berbagai pengelompokan pelanggan. Mereka memandang penjual sebagai industry dan pembeli sebagai pasar. Mereka berbicara tentang pasar kebutuhan (diet-seeking market), pasar produk (pasar sepatu), pasar demografis (pasar anak muda) dan pasar geografis (pasar prancis); atau mereka mengembangkan konsep tersebut untuk mencangkup juga pasar lainnya, seperti pasar pemilih, pasar tenaga kerja, pasar donor.

Pasar Sasaran , Positioning, dan Segmentasi

Seorang pemasar jarang dapat memuaskan semua orang dalam satu pasar. Tidak semua orang menyukai sereal, kamar hotel, restoran, mobil, universitas, atau film yang sama. Karenanya, pemasar memulai dengan membagi-bagi pasar kedalam segmen-segmen. Mereka mengidentifikasikan dan membuat profil dari kelompok-kelompok pembeli yang berbeda, yang mungkin lebih menyukai atau menginginkan bauran produk dan jasa beragam, dengan meneliti perbedaan demografis, psikografis, dan perilaku diantara pembeli.

Setelah mengidentifikasi segmen pasar, pemasar lalu memutuskan segmen mana yang memberikan peluang terbesar. Segmen itulah yang akan menjadi pasar sasarannya. Untuk setiap segmen, perusahaan mengembangakan suatu penawaran pasar yang diposisikannya didalam benak pembeli sasaran sebagai keuntungan utama. Sebagai contoh, Volvo mengembangkan mobilnya untuk pembeli yang memeberi perhatian utama pada keselamatan. Karenanya, Volvo memposisikan mobilnya sebagai mobil paling aman. Perusahaan akan mencapai hasil yang lebih baik jika mereka memili pasar sasarannya dengan cermat sertra mempersiapkan program pemasaran yang sesuai.

  • PENAWARAN DAN MEREK

Perusahaan memnuhi kebutuhan dengan mengajukan sebuah proposisi nilai (value proposition), yaitu serangkaian keuntungan yang mereka tawarkan kepada pelanggan untuk memenui kebutuhan pelanggan. Proposi nilai yang bersifat tidak berwujud tersebut dibuat menjadi berwujud dengan suatu penawaran. Penawaran dapan berupa suatu kombinasiproduk, jasa, informasi, dan pengalaman.

Merek (brand) adalah suatu penawaran dari sumber yang diketahui. Merek seperti McDonal’s  menimbulkan banyak asosiasi dibenak orang, yang membentuk merek tersebut: hamburger, kesenangan, anak-anak, makanan cepat saji, kenyamanan, dan busur emas. Semua perusahaan berjuang untuk membangun citra merek yang kuat, disukai, dan unik.

 

  • NILAI DAN KEPUASAN

Penawaran akan berahasil jika memberikan nilai dan kepuasan kepada pembeli sasaran. Pembeli memilih penawaran yang berbeda-beda berdasarkan persepsinya akan penawaran yang memberikan nilai yang besar. Nilai mencerminkan sejumlah manfaat, bagi yang berwujud maupun yang tidak berwujud, dan biaya yang dipersepsikan ole pelanggan. Nilai adalah kombinasi kualitas, pelayanan, dan harga (“qsp”), yang disebut juga “tiga elemen nilai pelanggan”. Nilai meningkat seiring dengan meningkatnya kualitas dan pelayanan, dan sebalikanya menurun seiring dengan menurunnya harga, walaupun faktor-faktor lain juga dapat memainkan peran penting dalam persepsi kita akan nilai.

Nilai adalah konsep yang sentral perannya dalam pemasaran. Kita dapat memandang pemasaran sebagai kegiatan mengidentifikasikan, menciptakan, mengomunikasikan, menyampaikan, dan memantau nilai pelanggan. Kepuasan mecermikan penilaian seseorang tentang kinerja produk anggapannya dalam kaitannya dengan ekspetasi. Jika kinerja produk tersebut tidak memenuhi ekspetasi, pelanggan tersebut tidak puas dan kecewa. Jika kinerja produk sesuai dengan ekspetasi, pelanggan tersebut puas. Jika kinerja produk melebihi ekspetasi, pelanggan tersebut senang.

  • SALURAN PEMASARAN

Untuk mencapai pasar sasaran, pemasar menggunakan tiga jenis saluran pemasaran. Saluran Komunikasi, menyampaikan dan menerima pesan dari pembeli sassaran. Saluran ini mencangkup surat kabar, majalah, radio, televisi, surat, telepon, papan iklan, poster, filter, CD, kaset rekaman, dan internet. Selain itu, sama seperti kita menyampaikan pesan dengan ekspresi wajah dan pakaian, perusahaan berkomunikasi melalui tampilan toko eceran mereka, tampilan situs internet mereka, dan banyak media lainnya. Pemasar semakin banyak menggunakan saluran dua arah seperti e-mail, blog, dan nomor layanan bebas pulsa, dibandingkan saluran satu arah seperti iklan.

Pemasar menggunakan saluran ditribusi untuk menggelar, menjual, atau menyampaikanprooduk fisik atau jasa kepada pelanggan atau pengguna. Saluran distribusi mencangkup saluran distributor, pedagang grosir, pengecer, dan agen.

Pemasar juga menggunakan Saluran Layanan untuk melakukan transaksi dengan calon pembeli. Saluran layanan mencangkup gudang, perusahaan transportasi, bank, dan perusahaan asuransi yang membantu transaksi. Pemasar menghadapi tantangan dalam memilih bauran terbaik antara saluran komunikasi, ditribusi, dan layanan utnuk penawaran mereka.

  • RANTAI PASOKAN

Rantai pasokan (supply chain) adalah saluran yang lebih panjang yang membentang dari bahan mentah hingga komponen sampai produk akhir yang dihantarkan ke pembeli akhir. Rantai pasokan utntuk dompet wanita dimulai dengan penyediaan kulit dan melalui penyamakan, pemotongan, manufaktur, dan saluran pemasaran sebelum dapat menyampaikan produk kepada pelanggan. Setiap perusahaan hanya meraih presentase tertentu dari total nilai yang dihasilkan oleh system penghantaran nilai rantai pasokan. Ketika suatu perusahaan mendapatkan pesaing atau memperluas bisnisnya ke hulu atau ke hilir, tujuannya adalah demi meraih presentase yang lebih tinggi dari nilai rantai pasokan.

 

 

  • PESAING

Pesaingan mencangkup semua pernawaran dan produk substitusi yang ditawarkan oleh pesaing, baik yang actual maupun yang potensial, yang mungkin dipertimbangkan oleh seorang pembeli. Misalkan suatu perusahaan otomotif berencana memebeli beaja untuk mobilnya. Ada beberapa tingkat pesaing yang mungkin dihadapinya. Perusahaan tersebut dapat membeli baja dari U.S. Steel di Amerika Serikat, atau membeli dari perusahaan asing di Jepang atau korea. Perusahaan tersebut juga dapat membeli dari perusahaan peleburan kecil seperti Nucor untuk menghemat biaya, atau membeli aluminium dari Alcoa untuk bagian-bagian tertentu mobil guna mengurangi berat mobil. Perusahaan tersebut juga dapat membeli plastic rekayasa untuk bemper dari Saudi Basic Industries Corporation (SABIC), pembeli GE Plastics, alih-alih menggunakan baja U.S Steel jelas berpikir terlalu sempit tentang persaingan yang diadapinya jika perusahaan tersebut hanya menganggap perusahaan baja sejenis sebagai pesaingnya. Bahkan, dalam jangka panjang U.S Steel mungkin lebih terancam oleh produk substitusi dibanding oleh perusahaan baja lainnya.

  • LINGKUNGAN PEMASARAN

Lingkungan pemasaran terdiri dari lingkungan tugas dan lingkungan luas. Lingkungan Tugas mencangkup para pelaku yang terlibat dalam produksi, distribusi, dan promosi penawaran. Termasuk didalamnya adalah perusahaan, pemasok, distributor, dealer, dan pelanggan sasaran. Dalam kelompok pemasok terdapat pemasok bahan dan pemasok layanan, seperti lembaga riset pemasaran, agen periklanan, bank dan perusahaan asuransi, perusahaan transportasi, dan perusahaan telekomunikasi. Distributor dan dealer mencangkup agen, pialang, perwakilan manufaktur, dan pihak lain yang membantu menemukan dan menjual kepelanggan.

Lingkungan Luas terdiri atas enam komponen: lingkungan demografis, lingkungan ekonomi, lingkungan fisik, lingkungan teknologi, lingkungan politik-hukum, dan lingkungan social budaya. Pemasar harus benar-benar memperhatikan trend dan perkembangan dalam lingkungan-lingkungan ini dan melakukan penyesuaian yang tepat waktu pada strategis pemasaran mereka.

2.3 Manajemen Strategi

Manajemen strategi adalah sebagai analisis, keputusan, dan aksi yang dilakukan perusahaan untuk menciptakan dan mempertahan keunggulan kompetitif (Ketchen,2009).

Definisi ini menggambarkan dua elemen utama manajemen strategi. petama, manajemen strategi dalam perusahaan berkaitan dengan proses yang berjalan (on going processes): analaisis, keputusan, dan tindakan. manajemen strategi berkaitan dengan bagaimana manajemen menganalisis sasaran strategi (visi, misi, tujuan) serta kondisi internal dan eksternal yang dihadapi perusahaan. selanjutnya, perusahaan harus menciptakan keputusan strategis. keputusan ini harus mampu menjawab dua pertanyaan utama: (1) industri apa yang digeluti perusahaan (2) bagaimana perusahaan harus bersaing di industry tersebut. terakhir, tindakan diambil untuk menjalankan keputusan tersebut.tindakan yang perlu dilakukan akan mendorong manajer untuk mengalokasikan sumber daya dan rancang organisasi untuk mengubah rencana menjadi kenyataan.

Elemen ke dua, manajemen strategi adalah study tentang mengapa sebuah pearusahaan mampu mengalahkan perusahaan lainnya. manajer perlu menentukan bagaimana perusahaan bisa menciptakan keunggulan kompetitif yang tidak hanya unik dan berharga, tetapi juga sulit ditiru atau dicari subtitusinya sehingga mampu bertahan lama. keunggulan kompetitif yang mampu bertahan lama biasanya didapatkan dengan melakukan aktifitas berbeda dengan apa yang dilakukan pesaing, atau melakukan aktivitas yang sama dengan cara yang berbeda.

 

 

 

BAB III

METODE PENELITIAN

 

3.1       Desain Penelitian

Berikut ini desain penelitian yang akan penulis tampilkan dalam pembahasan makalah ini yaitu :

  1. Berdasarkan tujuannya,penelitian ini merupakan penelitian terapan yang dilaksanakan untuk mengetahui, menganalisis dan menjelaskan strategi pemasaran yang dilakukan oleh PT Telekomunikasi Selular Tbk.
  2. Berdasarkan metode rancangan, penelitian ini menggunakan penelitian studi kepustakaan yaitu mengadakan penelitian dengan cara mempelajari dan membaca literature yang ada hubungannya dengan permasalahan yang menjadi objek penelitian
  3. Berdasarkan tingkat eksplanasi, penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk menjelaskan variable dengan membandingkan PT. Telekomunikasi Selular. Tbk dengan kompetitor lainnnya
  4. Berdasarkan jenis data dan analisisnya, penelitian ini menggunakan data kuantitatif yang di ambil dari laporan tahunan perusahaan yang menjadi objek penelitian

3.2 Teknik Pengambilan Data

Jenis data yang diambil dalam penelitian ini adalah :

  1. Data sekunder
30

Data sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung dimana diperoleh dengan bentuk yang sudah jadi atau data yang diperoleh dari pihak lain yang terpercaya.Dalam hal ini penulis mengumpulkan data dengan cara membaca laporan tahunan provider  dan competitor lainnya serta melihat buku-buku yang berhubunggan dengan masalah penelitian.

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

 

4.1 Profil Perusahaan

Telkomsel adalah operator telekomunikasi selular GSM pertama di Indonesia dengan layanan pasca bayar kartu HALLO yang diluncurkan pada tanggal 26 Mei 1995. Saham Telkomsel dimiliki oleh Telkom Indonesia sebesar 65% dan sisanya oleh SINGTEL sebesar 35%. Telkomsel menjadi operator selular pertama di Asia yang menawarkan layanan GSM prabayar.

31

Telkomsel merupakan operator seluler terkemuka di Indonesia, yang melayani lebih dari 130 juta pelanggan, sehingga mewakili sekitar 52% di antara 3 operator besar seluler pada akhir 2013. Operasi sejak tahun 1995, Telkomsel adalah anak perusahaan dari PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (65%) dan Singapura Telekom Mobile Pte Ltd (35%). Kami telah secara konsisten menempatkan lebih dari 1.000 Basis Transceiver Stations (BTS) setiap bulan pada tahun 2013, dimana 70% adalah BTS 3G berbasis dipasang di sekitar 300 kota di seluruh Indonesia. Sekarang dengan hampir 70.000 BTS dan lebih dari 4.700 karyawan yang beroperasi di 11 wilayah di Indonesia, layanan kami dapat menutupi kebutuhan 95% dari penduduk Indonesia untuk layanan telekomunikasi. Untuk mengembangkan bisnis digital kami, Telkomsel terus berinvestasi dalam teknologi terbaru untuk mendukung pelayanan lebih baik dari produk dan layanan kepada pelanggan setia kami. Kami telah berhasil melakukan uji coba LTE kami selama 25 APEC Summit di Bali yang menunjukkan kesiapan kita dalam menghadapi teknologi baru. Kami berkomitmen untuk inovasi tanpa henti dalam hal produk dan layanan yang akhirnya 1995 Telkomsel didirikan oleh Telkom dan PT Indosat 1996 KPN Belanda (KPN) dan PT Setdco Megacell Asia (Setdco) mengakuisisi saham di Telkomsel dari 17,3% dan 5%,masing-masing. 2001 Telkom meningkatkan kepemilikannya menjadi 77,7%, dalam akuisisi kesepakatan atas saham Indosat. KPN dan Setdco menjual sahamnya kepada yang berbasis di Singapura SingTel Mobile. 2002 SingTel meningkatkan kepemilikannya sebesar 12,7%, sehingga total kepemilikannya di Telkomsel menjadi 35% dan meninggalkan kepemilikan Telkom sebesar 65%. posisi kami sebagai pemimpin dalam gaya hidup digital mobile saat ini. Dengan 60 juta Data diaktifkan pengguna dan meningkatkan adopsi ponsel pintar telah membuka peluang tak terbatas dalam ruang digital untuk Telkomsel. Konsumen menggunakan perangkat mobile mereka untuk hiburan, pembayaran digital dan VAS digital dalam kegiatan sehari-hari mereka. Telkomsel adalah posisi yang baik untuk menangkap peluang tersebut dengan memanfaatkan produk dan jasa yang menciptakan pengalaman digital yang lengkap untuk setiap pelanggan di Indonesia. Pada gelombang digital, kami juga melihat peluang besar dalam iklan digital dengan memberikan premium dan ditargetkan peluang iklan hyperlocal dari jejak ponsel kami yang luas di seluruh Indonesia. 2013 adalah suatu proses transformasi yang berkesinambungan untuk Telkomsel yang fokus pada 4 bidang: bisnis, organisasi, orang dan budaya. Transformasi telah mulai berbuah bagi kita, yang dibuktikan dalam kontribusi bisnis digital yang lebih tinggi (sekitar 20% dari total pendapatan), keberhasilan pelaksanaan organisasi bisnis digital end-to-end dan pemberdayaan daerah yang lebih besar dengan memindahkan 70% dari karyawan kunci daerah untuk lebih mampu menangkap peluang bisnis dan beradaptasi dengan perubahan dinamika pasar. Untuk karyawan, kami menerapkan nilai-nilai yang bagus untuk membawa kita untuk inovasi besar dan untuk mempertahankan Telkomsel sebagai perusahaan besar. Kami terus memberikan pengalaman pelanggan besar melalui besar titik sentuh pelanggan (Mobile GraPARI), meningkatkan saluran
dan distribusi dan pembenahan loyalitas pelanggan. Komitmen kuat kami untuk memberikan kualitas terbaik dari produk dan jasa diberi pengakuan dari pasar dan lembaga bergengsi baik lokal maupun internasional.

 

4.2  Overview & History

 

  • 1995 Telkomsel didirikan oleh Telkom dan PT Indosat
  • Beroperasi sejak tahun 1995, Telkomsel adalah anak perusahaan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (65%) dan Singapore Telecom Mobile Pte Ltd (35%).
  • hampir 70.000 BTS dan lebih dari 4.700 karyawan yang beroperasi di 11 daerah di Indonesia
  • 1996 KPN Belanda (KPN) dan PT Setdco Megacell Asia (Setdco) mengakuisisi saham di Telkomsel dari 17,3% dan 5%,masing-masing.
  • 1997 Menawarkan ponsel jasa telekomunikasiuntuk semua 27 provinsi dan Peluncuran simPATI Nusantara sebagai yang pertama layanan prabayar di Asia
  • 2001 Telkom meningkatkan kepemilikannya menjadi 77,7%, dalam akuisisi kesepakatan atas saham Indosat.
  • 2002 SingTel meningkatkan kepemilikannya sebesar 12,7%, sehingga total kepemilikannya di Telkomsel menjadi 35% dan meninggalkan kepemilikan Telkom sebesar 65%.
  • 2003 Peluncuran komersial pertama roaming internasional layanan untuk Indonesia
    pelanggan prabayar.
  • 2004 Pengenalan aman mobile-to-mobile prabayar top up sistem. Bergabung dalam ponsel daerah aliansi (Bridge Alliance) untuk meningkatkan pelanggan manfaat Peluncuran Kartu As layanan prabayar.
  • 2005Call Center memperoleh ISO 9001: 2000. Peluncuran Mobil Layanan ATM perbankan
  • 2006 Peluncuran jaringan 3Gdan jasa, yang pertama di Indonesia.
  • 2007 Pengenalan push layanan email.  Peluncuran TCash untuk memfasilitasi ponsel keuangan transaksi.
  • 2008 Menjadi pelopor dalam energi terbarukan bertenaga BTS di Asia. Peluncuran di Indonesia suara mobile pertama dan data layanan untuk kapal PELNI on laut terbuka.
  • 2009 Peluncuran HSUPA (High Speed Uplink Packet Access)jaringan broadband berbasis jasa.
  • 2010 Sidang pertama pelaksanaan Panjang Term Evolution (LTE) jaringan broadbandteknologi di Indonesia.Pengenalan Ponsel pertama di Indonesia layanan koran
  • 2011 Pengenalan Tap Izy,ponsel pertama di Indonesia Sistem pembayaran contactless yang mengubah ponsel menjadi dompet elektronik
  • 2012 Pengenalan pertama Seamless Ponsel Wi-Fi untuk Konsumen Indonesia untuk
    mentransfer secara otomatisdari jaringan 2G / 3G koneksi ke jaringan Wi-Fi jaringan untuk mengakses highspeed Data.
  • 2013 Peluncuran Masterpiece, sebuah program yang meliputi 268 unit mobile Grapari, pembentukan 268 ponsel Broadband Kota, 68 aplikasi dari lokal pengembang untuk mendukung pengembangan digital industri kreatif.
  • Telkomsel merupakan operator seluler terkemuka di Indonesia, yang melayani lebih dari 130 juta pelanggan, sehingga mewakili sekitar 52% di antara big 3 seluler operator pada akhir tahun 2013.
  • Telah secara konsisten digunakan lebih dari 1.000 Base Transceiver Stations (BTS)setiap bulan pada tahun 2013

 

  1. Kartu HALO

Diposisikan sebagai pasca bayar yang merek pilihan antara profesional dan perusahaan segmen pelanggan. Kartu HALO menyediakan suite yang tak tertandingi layanan mobile penuh dan hak eksklusif.

 

 

  1. simPATI

 

Diposisikan sebagai merek prabayar, desain untuk segmen kelas menengah cerdas,simPATI Telkomsel memenangkan penghargaan gaya hidup prabayar merek. Pada 2013, simPATI terus menawarkan berbagai menarik paket inovatif dan kampanye untuk mendorong permintaan untuk mobile data.

 

 

 

  1. kartu As

Dengan lebih dari 70,3 juta pengguna pada tahun 2013, Kartu As adalah
Telkomsel paling populer merek prabayar yang menawarkan nilai terbaik.

 

4.3   Produk

 

Service

  • (2000)Mobile banking pertama di Indonesia
  • (2002)Meluncurkan layanan WAP, web, dan data mobile berbasis SMS, dilanjutkan GPRS
  • (2003)Roaming internasional pra bayar pertama di Indonesia
  • (2004)Bergabung dengan Bridge Alliance, aliansi regional telekomunikasi selular untuk memberi     manfaat lebih bagi pelanggan
  • (2004)Nada Sambung Pribadi (NSP)
  • (2007)TELKOMSELFlash HSDPA pertama di Indonesia
  • (2007)T-Cash layanan uang digital melalui telepon selular pertama di Indonesia
  • (2008)Layanan dan data mobile di atas kapal PELNI pertama di dunia
  • (2010)Langit Musik Digital, fasilitas unduh lagu secara penuh pertama di Indonesia
  • (2010)  Mobile newspaper pertama di Indonesia
  • (2011)Menghadirkan fasilitas Research & Development di bidang telekomunikasi pertama di Indonesia
  • (2012)Layanan Usee TV sebagai real time mobile entertainment pertama karya anak negeri
  • (2012) Telkomsel meluncurkan produk Display Advertising Banner berbasis teknologi broadband
  • (2013) Menghadirkan 268 Mobile GraPARI Indonesia

 

Kompetitor

Kompetitor utama :

PT INDOSAT Tbk, PT XL AXIATA Tbk.

Kompetitor tidak langsung:  Telepon rumah dan internet.

Kompetitor  Lainnya : 3 (Three), Smartfren, dan esia.

 

Strategi Bisnis 3 tahun terakhir

  • PT Telkomsel menghadirkan fasilitas research and developmentdi bidang telekomunkasi pertama di indonesia
  • Mengenalkan layanan usertv sebagai real time mobile entertainment karya anak negeri dan meluncurkan produk display advertising banner
  • Menyediakan 268 mobile graPARI di indonesia
  • Secara signifikan mengembangkan bisnis broadband di tengah melambatnya pertumbuhandalam layanan legacy (voice dan SMS). Sebagai pemimpin pasar, Telkomsel berusaha untuk merebut peluang dan terus menangkap pertumbuhan yang kuat di broadband dan pasar layanan digital.

 

Strategy Bisnis 3 tahun terakhir (2)

Strategi Pemasaran dan Penjualan adalah dengan mempertahankan posisi merek terkemuka dari Telkomsel, produk dan solusi dan untuk memastikan bahwa mereka masih merupakan produk pilihan di masing-masing segmen: Prabayar, Pascabayar atau Layanan Data.

4.4            VISION/MISSION ANALYSIS

Vision statement

  • Visi Telkomsel

          “Be a world-class, trusted provider of mobile digital lifestyle services and solutions.”

Penjelasan:

 Telkomsel berusaha menjadi provider kelas dunia yang dipercaya dalam menyediakan fasilitas mobile digital untuk memberikan layanan gaya hidup dan solusi bagi semua pelanggan di seluruh dunia.

 

Mission statement

  • Misi Telkomsel:

                  “Deliver mobile digital services and solutions that exceed customers’ expectations, create value for our stakeholders, and support the economic development of the nation.”

Penjelasan:

Melalui misinya Telkomsel berusaha memuaskan pelanggan dengan meningkatkan  layanan  dan solusi yang lebih terhadap harapan pelanggan, selain itu telkomsel juga mendukung pembangunan ekonomi bangsa melalui program millennium development goals (MDGs)

 

Competitor Vision and mission Comparison

  • Visi PT Indosat

          “Menjadi pilihan lebih disukai pelanggan untuk semua kebutuhan  komunikasi dan informasi.”

Penjelasan:

Dengan Visi tersebut indosat berusaha semaksimal mungkin untuk dapat memenuhi semua kebutuhan komunikasi dan informasi agar menjadi pilihan provider yang paling disukai oleh pelanggan di Indonesia.

 

Competitor Vision & Mission Comparison (2)

Misi PT Indosat

—Menyediakan dan mengembangkan inovasi produk yang berkualitas tinggi,layanan dan solusi yang menawarkan nilai terbaik kepada pelanggan kami

—Terus meningkatkan nilai pemegang saham

—Memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi para pemangku kepentingan

 

Penjelasan :

Melalui misinya indosat berusaha untuk menawarkan niali terbaik kepada pelanggannya dengan cara menyediakan layanan, solusi dan mengembangkan inovasi produk yang berkualitas tinggi serta meningkatkan nilai pemegang saham

 

Competitor Vision & Mission Comparison (3)

  • Visi XL:

                  “Menjadi penyedia jasa teknologi informasi dan komunikasi terpilih di seluruh indonesia, baik bagi pelanggan individu maupun kalangan bisnis”.

Penjelasan :

                  Dengan visi tersebut PT XL berusaha menjadi operator selular yang menyediakan jasa teknologi informasi dan komunikasi terpilih di seluruh indonesia dengan baik

 

Competitor Vision & Mission Comparison (4)

  • MisiXL

                  “Memberikan yang terbaik bagi pelanggan, baik dalam hal produk, layanan, teknologi dan value for money .“

Penjelasan :

                   Melalui misinya dalam hal menciptakan produk, layanan, teknologi dan value for money, PT XL AXIATA senantiasa berusaha  memberikan yang terbaik bagi para pelanggan agar tujuan perusahaan dapat tercapai.

 

 

 

 

 

  • Vision Analysis

Visi yang baik diharapkan dapat menjawab 5 pertanyaan kunci sebagai berikut:

1.Apakah yang menjadi kepercayaan atau fokus pengembangan bisnis ke depan?

2.Apakah yang menjadi ruang lingkup produk dan pasar?

 

3.Bag

aimana prioritas dan bauran produknya?

4.Apakah yang menjadi kemampuan-kemampuan kunci?

5.Bagaimana pengaruh terhadap pertumbuhan dan harapan?

Pertanyaan Telkomsel Indosat Xl
1
2
3
4
5

Tabel 4.1

 

Sumber : annual report PT Telekomunikasi Selular 2013

  • Vision Analysis (2)
ASPEK TELKOMSEL INDOSAT XL
CUSTOMER
PRODUK DAN JASA
PASAR
TEKNOLOGI
TUJUAN
FILOSOFI PERUSAHAAN
CONCERN PERTUMBUHAN
CONCERN TERHADAP KARYAWAN
IMAGE
SOSIAL RESPONSIBILITY

Tabel 4.2

sumber  :annual report PT. Telekomunikasi Selular 2013

Berikut analisis yang mengulas bagaimana visi Telkomsel dan kompetitornya dalam menjawab ke-5 pertanyaan kunci diatas

 

  • Our ImprovedTelkomsel Vision & Mission

Vision improvement:

Be a world-class, trusted provider of mobile digital lifestyle services,solutions and sustainable corporate

Mission improvement:

Deliver mobile digital services and solutions that exceed customers’ expectations, create value for our stakeholders, and support the economic development of the nation and with regard to all employees who contribute fully to the company.”

Comments

  • Visi dibuat lebih jelas danfokus terhadap kelangsungan hidup perusahaan
  • Misi diimprove untuk memberikan konsen yang lebih baik pada berbagai aspek seperti dukungan karyawan yang loyal terhadap perusahaan dibuat lebih jelas dan menjadikan karyawan sebagai aset utama perusahaan

 

 

Aspek TELKOMSEL
Customer
Produk dan jasa
Pasar
Tekhnologi
Tujuan
Filosofi perusahaan
Concern pertumbuhan
Concern terhadap karyawan
Image
Social responsibility

 
                         

Tabel 4.3                                                                               

 

 

Pertanyaan TELKOMSEL
No.1
No.2
No.3
No.4
No.5

Tabel 4.4

 

Statement of Revenue (2)

  • Dari statement of revenuedan expenses (include deprecation) telkomsel dari tahun 2009 sampai 2013 terlihat meningkat.

Statement of Balance Sheets

sumber  : annual report PT. Telekomunikasi Selular 2013

Statement of Balance Sheets (2)

  • Jumlah Aktiva menurun 3% menjadi Rp57.34 triliun. Jumlah kewajiban menurun secara signifikan (18%) untuk13 triliun karena pembayaran pinjaman, sementara
  • Total ekuitas meningkat 10% menjadi Rp34.21 triliun. Aktiva lancar mengalami penurunan 18% menjadi Rp5,79 triliun, terutama disebabkan oleh penurunan kas dan setara kas sebagai akibat dari percepatan pembayaran utang dalam rangka mengoptimalkan likuiditas kami.
  • Kewajiban lancar menurun 29% menjadi Rp13.49 triliun, terutama disebabkan oleh penurunan jatuh tempo pinjaman jangka menengah disebabkan oleh percepatan pembayaran utang.

 

Statement of Cash Flows (2)           

¢  kenaikan operating activity 12,8% pada kas yang dihasilkan dari operasi pada tahun 2013 untuk Rp29,602 miliar. Arus kas untuk investasi Kegiatan meningkat 6,8% investing activity untuk Rp14,445 miliar. Pada tahun 2013, modal pengeluaran untuk investasi infrastruktur sebesar Rp12,397 miliar, tumbuh 29,4% dibandingkan dengan tahun lalu Rp9,578 miliar. Sementara komitmen belanja modal mencapai Rp11,556 miliar, sedikit meningkat dari Rp11,399 miliar pada tahun lalu. Kas bersih yang digunakan aktivitas pendanaan turun 17,1% operating activity menjadi Rp1,899 miliar karena lebih rendah pinjaman pada tahun 2013.

Sumber : annual report PT. Telekomunikasi Selular 2013

 

Competitor Comparation (1)

TELKOMSEL

Elemen 2011 2012 2013
Total Asset 58.723 62.917 73.336
Total Liabilities 20.347 19.085 25.515
Total Equity 38.376 43.852 47.821

 

Tabel 4.5

sumber : annual report PT. Telekomunikasi Selular 2013

INDOSAT

Elemen 2011 2012 2013
Total Asset 53.829,4 55.810,2 55.140
Total Liabilities 34.436,9 36.001,1 37.966
Total Equity 19.206,4 19.389,1 17.174

sumber : annual report PT. Indosat 2013

Tabel 4.6

 

 

 

 

XL

Elemen 2011 2012 2013
Total Asset 31.171 35.456 40.278
Total Liabilities 17.478 20.086 24.978
Total Equity 13.693 15.520 15.300

sumber : annual report PT. XL Axiata 2013                 

Tabel 4.7

 

Competitor Comparation (2)

Dilihat dari data diatas dalam kurun waktu tiga tahun terakhir,secara umum Telkomsel lebih unggul dari para pesaingnya. Hal itu terbukti dengan rata-rata total asset mencapai 64.992 jauh di atas para pesaingnya, rata-rata total liabilities mencapai 21.649 lebih rendah dibandingkan dengan para pesaingnya, dan rata-rata total equity mencapai 43.349,667 jauh lebih besar dari para pesaingnya.

 

 

4.5    INTERNAL   ANALYSIS

Strengths

1)      Tergabung dalam Bridge Alliance

2)      Merek dan teknologi yang up to date

3)      Reputasi yang baik kepada para pelanggan

4)      Menguasai pangsa pasar seluler sebagai market leader

5)      Kontrol dan pengaturan penjualan end user / konsumen

6)      Karyawan memiliki pengalaman dengan end user / konsumen

7)      Memiliki daftar pelanggan yang tetap bahkan meningkat

8)      Inovasi produk yang kontinuitas

9)      Komitmen manajemen dan budaya perusahaan

10)  Memiliki modal dan arus kas yang kuat

Weaknesses

1)      Tidak bisa menyediakan layanan lengkap untuk pengguna di luar negeri

2)      Struktur biaya tinggi

3)      Jumlah pekerja terlalu banyak

4)      Biaya paket sms,telepon,internet mahal bagi kalangan menengah kebawah

5)      Galeri yang hanya ada di kota-kota besar saja

6)      Kurang kuatnya jaringan di wilayah-wilayah terpencil

7)      Jaringan internet yang kurang memuaskan

8)      Sering kalah start setiap ada peluncuran produk baru

9)      System keamanan server masih kurang aman

10)  Kualitas pelayanan call centre masih kurang memuaskan

 

INTERNAL   ANALYSIS
FAKTOR STRATEGI INTERNAL BOBOT RATING SCORE KOMENTAR
KEKUATAN
1. Menguasai pangsa pasar seluler sebagai market leader 0,25 5 1,25 Telkomsel telah menguasai pasar  selular di Indonesia
2. Memiliki daftar pelanggan yang tetap bahkan meningkat 0,075 4 0,3 Pelanggan telkomsel termasuk pelanggan yang loyalitasnya tinggi, dan meningkat setiap tahunnya
3. Komitmen manajemen dan budaya perusahaan yang baik 0,075 1 0.075 Telkomsel memiliki budaya perusahaan THE TELKOMSEL WAY
4. Memiliki modal dan arus kas yang kuat 0,050 3 0,60 Dari setiap tahun pendapatan telkomsel meningkat maka arus kas yang dimilikinya pun banyak.
5. Tergabung dalam Bridge Alliance 0,025 2 0,05 bergabung pada tahun 2004 untuk meningkatkan pelayanan pelanggan .

sumber  :annual report PT. Telekomunikasi Selular 2013

Table 4.8

INTERNAL   ANALYSIS
FAKTOR STRATEGI INTERNAL BOBOT RATING SCORE KOMENTAR
Kelemahan
1. System keamanan server masih kurang aman 0.15 3 0,45 Telkomsel terlalu berfokus terhadap inovasi produk sehingga kurang memperhatikan sistem keamanan.
2. Tidak bisa menyediakan layanan lengkap untuk pengguna di luar negeri 0,25 4 1 Telkomsel belum memiliki perangkat yang memadai untuk pelayanan ke luar negri.
3. Kurang kuatnya jaringan di wilayah-wilayah terpencil 0,50 5 2,5 Pendirian BTS masih kurang banyak dan merata.
4. Kualitas pelayanan call centre masih kurang memuaskan 0.075 2 0,15 Masih adanya salah satu customer service yang kurang memahami keluhan pelanggan,
5. Sering kalah start setiap ada peluncuran produk baru 0,025 1 0,025 Masih kurang peka melihat kebutuhan pasar yang terus berkembang
Total 1 6,4

Sumber : annual report PT. Telekomunikasi Selular 2013

Tabel 4.8

 

4.6    EXTERNAL  ANALYSIS

Opportunities

1)      Tidak terpenuhinya kebutuhan pelanggan oleh kompetitor

2)      Pelonggaran peraturan

3)      Penggabungan perusahaan atau aliansi

4)      Pasar yang terus berkembang

5)      Segmen pasar yang baru dan pasar internasional

6)      Mengubah strategi dari market leader menjadi service leader

7)      Kompetitor memiliki produk yang buruk

8)      Profit margin yang kian membaik

9)      Kebutuhan masyarakat terhadap akses internet

10)  Banyaknya wilayah di luar jawa yang tidak tersentuh jaringan kompetitor

Threaths

1)      Pergeseran selera konsumen

2)      Peraturan baru / dikenakannya pajak tambahan

3)      Hambatan perdagangan meningkat

4)      Kompetitor baru di area yang sama

5)      Persaingan harga dengan kompetitor

6)      Permintaan pasar sangat musiman

7)      Rentan terhadap serangan reaktif pesaing utama

8)      Hacker dan cracker

9)      Terlalu nyaman dengan kondisi sebagai market leader

10)  Terlalu banyak jumlah pekerja

 

 

 

EXTERNAL  ANALYSIS
Faktor Strategi Eksternal BOBOT RATING SCORE KOMENTAR
PELUANG
1. Tidak terpenuhinya kebutuhan pelanggan oleh kompetitor 0,25 4 1 Banyaknya kompetitor yang belum dapat memenuhi kebutuhan pelanggan membuat peluang untuk memenuhinya
2. Pasar yang terus berkembang 0,50 5 2,5 Potensi pasar yang besar
3. Mengubah strategi dari market leader menjadi service leader

titor

0,075 1 0,075 Telkomsel menggunakan blue ocean strategi untuk mengubah market leader menjadi service leader
4. Kebutuhan masyarakat terhadap akses internet 0,025 2 0,05 Semakin banyaknya masyarakat   melakukan akses internet
5. Profit margin yang kian membaik 0,15 3 0,45 Semakin besarnya pendapatan yang dimiliki telkomsel akan memperbesar peluangprofit margin

sumber : annual report PT. Telekomunikasi Selular 2013

Tabel 4.10

EXTERNAL  ANALYSIS
FAKTOR STRATEGI EXTERNAL BOBOT RATING SCORE KOMENTAR
ANCAMAN
1. Kompetitor baru di area yang sama 0,50 5 2,5 Pasar yang terus berkembang membuat banyak kompetitor bermunculan
2.Persaingan harga dengan kompetitor 0,25 4 1 Perang tarif di pasar selular Indonesia
3. Hacker  dan cracker 0,15 2 0,3 Banyaknya hacker dan cracker yang menyalah gunakan keahliannya
4. Hambatan perdagangan meningkat 0,075 1 0,075 Banyak faktor yang dapat menghambat perdagangan contohnya seperti jalur distribusi
5. Rentan terhadap serangan reaktif pesaing utama 0,025 3 0,075 Maraknya pesaing yang semakin reaktif terhadap produk telkomsel
TOTAL 1 8,025

sumber : annual report PT. Telekomunikasi Selular 2013

 

 

 

 

 

 

 

SWOT MATRIKS

v  S – O

  1. (S3O9) Menggunakan merek dan teknologi yang up to date untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap akses internet
  2. (S1O5O8) Memanfaatkan keanggotaannya  dalam Bridge Alliance untuk mengembangkan produknya di pasar baru dan pasar internasional sehingga profit margin dapat kian membaik

SWOT MATRIKS (2)

v  S – O

  1. (S10O3)  Mengoptimalkan modal dan arus kas yang kuat untuk melakukan akuisisi perusahaan-perusahaan kecil
  2. (S3S8O4O7)  Menciptakan produk inovasi baru dan meningkatkan reputasi yang lebih baik agar loyalitas pelanggan semakin meningkat

SWOT MATRIKS (3)

v  S – T

v  (S4S9T9) komitmen dan budaya perusahaan harus lebih dikuatkan lagi agar tidak terlalu nyaman sebagai market leader.

v  (S8T6T8) menciptakan inovasi baru di tengah permintaan pasar yang sangat musiman agar memenangkan persaingan.

SWOT MATRIKS (4)

v  W – O

v  (W7O9O10) mendirikan lebih banyak BTS agar kebutuhan masyarakat luar Jawa akan internet terpenuhi.

v  (W8O1O4) harus lebih jeli di tengah pasar yang terus berkembang supaya terpenuhinya kebutuhan pelanggan dengan cara start lebih awal dalam meluncurkan produk

SWOT MATRIKS (5)

v  W – T

v  (W9T8) membuat sistem keamanan server terbaru yang lebih aman dan tidak mudah diretas oleh hacker dan cracker.

v  (W2T4T5) menurunkan tarif biaya yang sejenis dengan produk kompetitor di area yang sama.

SWOT Analysis

Berdasarkan SWOT, dapat diketahui telkomsel memiliki nilai kompetitif yang kuat dan berdasarkan pertumbuhan pasar dan telkomsel dapat tetap bertahan sebagai market leader. Dari SWOT juga diketahui kekuatan telkomsel terbesar adalah brand image, karna telkomsel adalah provider pertama di Indonesai yang di ingat oleh masyarakat

 

4.7 Analisis Segmenting, Targeting, and Positioning PT. Telekomunikasi Selular. Tbk

4.7.1        Dasar Segmentasi Pasar Konsumen

Segmentasi pasar konsumen terbagi menjadi 2 kelompok variabel yang luas, yaitu:

  1. Dengan melihat karakter deskriptif (geografis, demografis, dan psikografis) lalu memeriksa apakah segmen pelanggan ini mempunyai kebuan atau respon produk yang berbeda merek.
  2. Dengan melihat perimbangan perilaku, seperti respon konsumen terhadap manfaat, alasan penggunaan, atau merek. Lalu melihat apakah ada karakteristik yang berbeda untu setiap segmen respon konsumen.
  • Segmentasi Geografis

Segmentasi geografis memerlukan pembagian pasar menjadi unit geografis seperti negara, negara bagian, wilayah, kabupaten, kota, atau lingkungan sekitar. Dalam hal ini PT. Telekomunikasi Selular. Tbk mensegmentasikan produk-produknya di Negara Indonesia yang tersebar di berbagai Kabupaten/Kota di Indonesia.

  • Segmentasi Demografis

Segmentasi demografis pasar menjadi kelompok-kelompok berdasarkan Varibel seperti usia, ukuran keluarga, siklus hidup keluarga, jenis kelamin, penghasilan, pekerjaan, pendidikan, agama, ras, generasi, kebangsaan, dan kelas sosial.

  1. Telkomunikasi Selular. Tbk secara demografis mensegmentasikan produknya ke berbagai segmen, contohnya seperti Telkomsel LOOP yang dihadirkan untuk segmen youth (usia 12-19 tahun) baik pria maupun wanita. Kemudian kartu HALO yang ditunjukkan untuk kalangan premium atau value oriented consumer yang tidak mempermasalahkan harga.

Kemudian salah satu produk lainnya dari PT. Telkomunikasi Selular. Tbk yaitu produk kartu AS yang secara khusus ditunjukkan untuk melayani segmen pasar menengah ke bawah, khususnya remaja dan pemakai pemula yang dapat dijangkau oleh orang yang berpenghasilan kurang tinggi.

 

  • Segmentasi Psikografis

Dalam segmentasi psikografis, pembeli dibagi menjadi berbagai kelompok berdasarkan sifat psikologis/kepribadian, gaya hidup, atau nilai. Dalam hal ini PT. Telekomunikasi Selular. Tbk melalui produk Telkomsel Flashnya melayani kalangan anak muda yang memiliki gaya hidup yang up to date terhadap perkembangan informasi dengan memberikan akses internet yang cepat.

  • Segmentasi Perilaku

Dalam segmentasi perilaku, pemasar membagi pembeli menjadi beberapa kelompok berdasarkan pengetahuan, sikap, penggunaan, atau respons terhadap sebuah produk.

  1. Mengevaluasi dan Memilih Segmen Pasar

Perusahaan yang harus mengevaluasi  berbagai segmen dan memutuskan berapa banyak dan segmen mana yang akan dibidik. Terdapat lima pola pemilihan sasaran pasar, yaitu:

  1. Konsentrasi segmen tunggal
  2. Spesialisasi selektif atau beberapa segmen
  3. Spesialisasi produk atau produk khusus
  4. Spesialisasi pasar atau pasar khusus
  5. Cakupan pasar penuh dengan strategi pemasaran tanpa diferensiasi atau pemasaran terdiferensiasi

Dalam hal ini PT. Telekomunikasi Selular. Tbk termasuk ke dalam pola cakupan pasar penuh yaitu perusahaan berusaha melayani semua kelompok pelanggan dengan semua produk yang mungkin mereka perlukan, tepatnya menggunakan strategi pemasaran terdiferensiasi yaitu beroperasi pada beberapa segmen dan merancang  produk yang berbeda untuk setiap segmen. Contohnya seperti produk kartu AS untuk segmen menengah ke bawah khususnya remaja dan pemakai pemula. Kemudian pada produk kartu HALO utnuk segmen pelanggan premium.

 

4.8  Analisis Bauran Pemasaran PT. Telekomunikasi Selular. Tbk

Dalam melaksanakan kegiatan pemasaran, perusahaan mengkombinasikan empat variabel yang sangat mendukung di dalam menentukan strategi pemasaran, kombinasi keempat variabel itu (product, price, place, promotion).

4.8.1 Product

PT Telekomunikasi Seluler Tbk senantiasa mengeluarkan produk yang bermutu tinggi dan memberikan kemudahan kepada konsumen seperti produk simpati flash memberikan kemudahan bagi pengguna internet. Produk yang dikeluarkan PT Telekomumnikasi Selular Tbk diantaranya adalah, Simpati  Loop, Simpati Flash, KartuHallo, Kartu AS.

4.8.2 Price

  • skema tarif Produk Telkomsel dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan tarif yang ditetapkan oleh telkomsel
  • telkomsel berhak menguba/mengakhiri/menambahkan bagian manapun dari layanan atau struktur harga setiap saat berdasarkan kebijakan telkomsel dan/atau apabila ditentukan dan disetujui oleh pemerintah.
  • telkomsel dapat meberlakukan tarif berbeda pada lokasi dan waktu tertentu sesuai dengan kebijakan tarif telkomsel
  • tarif dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan tariff kebijakan yang akan diinformasikan melalui website www.telkomsel.com
  • pada setiap penggunaan produk telkomsel terdapat fitur dasar internasional roaming yang otomatis aktif dengan skema tariff tertentu yang ditetapkan oleh telkomsel.

4.8.3 Place

PT Telekomunikasi Seluler Tbk menggunakan pola saluran pemasaran konsumen tingkat dua, karena beralur dari produsen ke pedagang grosir kemudian ke pengecer dan berakhir di konsumen. Ada pun agen dristribusi yang dimiliki atau dilakukan oleh Pt. Telkomsel seperti Partnership store, feet on the street, dealer resmi, dan gerai ritel.

4.8.4 Promotion

            PT Telekomunikasi selular Tbk mempromosikan produknya dari berbagai segmen dari mulai sponsor penyelengara even, iklan televisi, sosial media, komunitas misalnya TSC ( Telkomsel School Community ) dan lain sebagainya.

 

 

BAB V

PENUTUP

 

5.1  Simpulan

Telkomsel sebagai penyedia jasa layanan seluler, menerapkan strategi penting (agresif dan inovatif) dalam meningkatkan kualitas pelayanannya kepada konsumen yang dirancang dan dikemas sedemikian rupa berdasarkan segmentasi pasar, sasaran target pasar, dan pemposisian produk yang tepat.Dalam mengevaluasi dan memilih segmen pasar PT. Telekomunikasi Selular. Tbk termasuk ke dalam pola cakupan pasar penuh yaitu perusahaan berusaha melayani semua kelompok pelanggan dengan semua produk yang mungkin mereka perlukan, tepatnya menggunakan strategi pemasaran terdiferensiasi yaitu beroperasi pada beberapa segmen dan merancang  produk yang berbeda untuk setiap segmen. Contohnya seperti produk kartu AS untuk segmen menengah ke bawah khususnya remaja dan pemakai pemula. Kemudian pada produk kartu HALO utnuk segmen pelanggan premium. Terbukti dengan strategi yang tepat PT. Telekomunikasi Salular Tbk. Membuktikan dalam tiga tahun terakhir, secara umum lebih unggul dari pesaing. Hal itu terbukti dengan rata-rata total asset mencapai 64.992 jauh diatas pesaingnya, rata-rata total liability mencapai 21.640 lebih rendah dibandingkan pesaingnya, dan rata-rata total equity mencapai 43,349,667 jauh lebih besar dari pesaingnya. Serta dikombinasikan dengan konsep bauran pemasaran (product, price, place, promotion). Salah satu strategi agresif dan inovatif tersebut terletak pada promosi melalui periklanan dan promosi penjualan. Dengan memunculkan bintang iklan yang mampu menarik perhatian pelanggan dan dibalut dengan inovasi serta pelayanan outlet-outlet Telkomsel, Grafri, dan agen-agen distribusi yang baik sehingga Telkomsel mendapatkan pelanggan terbanyak di Indonesia  dan semakin kokoh sebagai Market Leader.

5.2 Saran

Produk telkomsel masih dapat berupaya untuk terus melakukan inovasi produknya. Dengan melakukan diferensiasi produk maka diharapkan telkomsel dapat menambahkan jumlah pelanggannya dan semakin memperluas pasar. Telkomsel juga dapat terus meningkatkan pelayanan value added service melalui layanan non voice.

Harga kondisi saat ini dimana para operator seluler gencar melakukan perang tarif,maka sebaiknya telkomsel sebisa mungkin menyesuaikan tarif nya agar tidak kehilangan pelanggan. Telkomsel bisa menyerahkan penentuan tarif pada mekanisme pasar.

 

Distribusi untuk bisa terus meningkatkan distribusi produk kartu simpatinya,telkomsel bisa menjalin kerja sama yang baik dengan retailer-retailer umum,dealer serta agen. Hal ini merupakan faktor penting karena para retailer,dealer,dan agen ini merupakan pihak yang langsung berhubungan dengan konsumen kerja sama yang baik bisa ditunjukan telkomsel dengan memberikan penghargaan kepada para penyalur tersebut dengan memberikan penghargaan kepada para penyalur tersebut dengan memberikan pelatihan atau bonus dalam bentuk tertentu seperti hadiah.

Promosi sebaiknya promosi melalui personal selling/direct selling daoat lebih di tingkatkan lagi untuk memberikan pelayanan yang optimal terhadap pelanggan. Promosi penjualan juga harus ditingkatkan terus,karena dapat merangsang keinginan konsumen untuk membeli. Dan hal ini tidak dilakukan pada hari hari besar tertentu saja.

 

 

Sumber daya manusia pelayanan konsumen adalah merupakan faktor yang penting oleh karena itu karyawan yang melayani konsumen langsung spg,tpr, dan sebagainya harus memiliki kemampuan melayani yang baik, tentunya hal ini bisa terwujud dengan membekali para karyawan tersebuut dengan pelatihan pelatihan dan evaluasi terus menerus terhadap kinerja karyawan yang bersangkutan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

 

 

–          Kotler, Philip & Keller, Kevin Lane., Manajemen Pemasaran edisi 13 jilid 2, Jakarta: 2009

–          Hasibuan, Malayu S.P., Manajemen: Dasar, Pegertian, dan Masalah, edisi revisi halaman 2, Jakarta: 2011

–          Dharmesta & Handoko dalam Wikipedia, diakses 9 Juni 2015

–          Sumarni & Suprihanto 2010:274 dalam Wikipedia, diakses 9 Juni 2015

–          Sumarni & Suprihanto 2010:281 dalam Wikipedia, diakses 9 Juni 2015

–          Ariadi Abimanyu dalam Wikipedia pengertian targeting,diakses 9 Juni 2015

–          Ciptono 2008 dalam Wikipedia, diakses 11 Juni 2015

–          Kotler, Philip., Mamajemen Pemasaran halaman 281, Jakarta: 2006

–          Saladin 2003 hal 83

–          http://en.wikipedia.org/wiki/Price_war, diakses 25 Mei 2015

–          http://id.wikipedia.org/wiki/Telkomsel, diakses 25 Mei 2015

 


Tinggalkan komentar

MARKET PLACE-tugas 3

MARKET PLACE

Dosen Pengampu:

Endang Kurniawan, S.Kom., M.M., CEH, CHFI, CIPM.

unipdu1

 

Disusun Oleh:

MUHAMMAD HELMY

NIM:4114109

UNIVERSITAS PESANTREN TINGGI DARUL ‘ULUM

FAKULTAS SISTEM INFORMASI

JOMBANG

TAHUN 2016

Kata Pengantar

Alhamdulillah, segala puji saya panjatkan atas berkah rahmat yang di berikan Allah kepada saya,sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik tanpa ada halangan yang berarti.

Makalah ini di susun dengan maksud untuk memenuhi tugas mata pengembangan dan implementasi sistem informasi.

Sekali lagi saya mengucapkan banyak – banyak terimakasih atas terselesainya makalah ini,kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesan sempurna. Untuk itu mohon kritik dan saran yang membangun untuk memperbaiki makalah ini di waktu mendatang.

Jombang, 08 mei 2016

Penulis

 

 

 

BAB 1

PENDAHULUAN

 

  1. LATAR BELAKANG

Di dalam dunia bisnis dewasa ini peranan internet telah dirasakan semakin penting dan berarti, karena dengan melalui internet pula para pelaku bisnis dapat melakukan transaksi bisnisnya secara online dimanapun berada. Tanpa adanya internet, para pelaku bisnis yang terpisah oleh jarak dan waktu dapat di pastikan akan mengalami masalah dan kesulitan dalam hal waktu dan

biaya didalam melakukan transaksi bisnisnya. Oleh karena manfaat inilah maka pengguna aplikasi bisnis berbasiskan internet diyakini akan terus berkembang, baik dari segi jangkauan yang semakin mendunia maupun

pemakaiannya.Saat ini, para pelaku bisnis pada umumnya masih melakukan transaksi bisnisnya secara manual melalui tatap muka secara langsung ataupun melalui telepon. Sayangnya kadang-kadang muncul permasalahan seperti janji untuk pertemuan yangtidak bisa ditepati ataupun tidak ada ditempat pada saat dihubungi. Dari sisi supplier, mereka dituntut

untuk senantiasaberada di tempat untuk memenuhi permintaan pemesanan dari pihak customer.

Sedangkan di sisi lainnya yaitu tuntutan kerja yang mengharuskan mereka

untuk keluar secara aktif dalam memperluas jaringan penawaran produknya kepada customer yang ada. Memakai telepon selular menjadi salah satu solusi dalam mengatasi permasalahan, akan tetapi masih terdapat kemungkinan tidak terpenuhinya permintaan customer pada saat telepon sedang dipakai atau sibuk. Hal ini tentunya dapat mengurangi produktivitas penjua

lan produk mereka. Dari sisi customer, mereka seringkali mengalami kesulitan dalam menghubungi pihak supplier seperti yang sudah disebutkan

sebelumnya. Kesulitan yang terjadi juga dalam

bisnis adalah dimana supplier kesulitan dalam memasarkan produk dan menemukan pembeli yang tepat. Begitu juga dengan pihak customer kesulitan dalam mencari produk-produk yang dibutuhkan.

Untuk mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut di atas, maka

dirancanglah suatu aplikasi e-market place,

yang diharapkan dapat menjadi tempat bagi customer maupun supplier dalam memasarkan dan mencari produk yang dibutuhkan . Aplikasi yang dibangun ini didasarkan pada konsep business to business (B2B), dimana aplikasi ini

akan menjadi tempat pertemuan antara pihak supplier-customer baik dalam memasarkan produk maupun mencari produk yang dibutuhkan, dimana pihak

supplier dan customer berupa suatu perusahaan yang bergerak dalam bidang tertentu. Selain itu aplikasi ini juga memungkinkan supplier dan customer untuk melakukan proses tawar menawar dimana yang mempunyai penawaran

dengan harga rendah atau membeli dengan harga yang tinggi maka

supplier atau customer tersebut yang akan memenangkannya.

2.RUMUSAN MASALAH

  1. Apa yang dimaksud dengan market place
  2. Apa manfaat dari market place
  3. Apa kelebihan dan kekurangan dari Market place
  4. Apa komponen dari market place
  5. Apa Tipe dari market place
  6. Apa Perbedaan dari market place,online shop dan e-commerce

3.TUJUAN

  1. Mengetahui yang dimaksud dari market place
  2. Mengetahui manfaat market place
  3. Mengetahui kelebihan dan kekurangan
  4. Mengetahui komponen dari market place
  5. Mengetahui tipe market place
  6. Mengetahui Perbedaan dari market place,online shop dan e-commerce

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

  1. PENGERTIAN MARKET PLACE

Marketplace merupakan sebuah pasar virtual dimana pasar tersebut menjadi tempat bertemunya pembeli dan penjual untuk melakukan transaksi. E-market mempunyai fungsi yang sama dengan sebuah pasar tradisional, hanya saja yang menjadi perbedaan nya adalah E-Market ini lebih terkomputerisasi dengan menggunakan bantuan sebuah jaringan dalam mendukung sebuah pasar agar dapat dilakukan secara efisien dalam menyediakan up date informasi dan layanan jasa untuk penjual dan pembeli yang berbeda-bedaSecara fungsi, sebenarnya fungsi e-marketplace tidak berbeda dengan pasar biasa, yaitu:

  • Mencocokkan antara penjual dan pembeli.
  • Sebagai fasilitas transaksi
  • Sebagai infrastruktur institusional.
  • Menentukan produk yang akan ditawarkan. Mencari pembeli atau penjual. Menemukan harga yang sesuai.
  • Memfasilitasi transaksi
  • Transaksi antara lain pembayaran, pengiriman, pertukaran informasi dll

 

Perbedaan yang paling krusial hanya terletak pada online nya. Pada marketplace, kita bisa ‘pergi ke pasar’ kapan saja dan dimana saja selama ada akses internet. Fitur-fiturnya pun semakin memudahkan proses jual beli. Kita bisa mencari barang atau jasa yang kita butuhkan hanya dengan mengetikkan spesifikasinya, maka sistem langsung dengan cepat mencocokkan. Lebih hemat waktu, energi, dan juga biaya.

 

Dalam e-marketplace, tentunya banyak interaksi yang terjadi. Mekanisme interaksi yang terjadi dalam e-marketplace antara lain:

Broker yang terdiri dari :

  • Sell/Buy fulfillment, misalnya pemenuhan barang-barang kebutuhan perusahaan. Jenis broker ini secara otomatis selalu siap menyetok atau membeli barang-barang yang dibutuhkan.
  • Virtual malls, konsepnya sama kayak e-malls tadi ya.
  • Comparison agent, broker ini bertindak sebagai agen yang memberikan perbandingan antara satu produk dengan produk lainnya.
  • Shopping facilitator, broker jenis ini mengarahkan dan membantu pembeli dalam memilih-milih produk yang akan ia beli. Bisa juga memberikan shopping advise.
  • Matching services, broker ini memberikan jasa mencocokkan pembeli dengan barang atau jasa yang diinginkan. Contohnya biro jodoh. Hayooo ada yang pernah coba? Hehehe

Infomediary

Memberikan atau menjual informasi pembeli untuk keperluan market research, atau sebaliknya, memberikan atau menjual informasi mengenai produk kepada pembeli.

E-distributor

E-distributor mengumpulkan katalog online sebanyak-banyaknya untuk dihimpun dalam satu tempat dan disuguhkan pada pembeli.

2.Manfaat Situs Marketplace Dalam Mendukung Bisnis And

Situs marketplace sangatlah bermanfaat jika ingin mulai menjalankan bisnis maupun yang sudah memiliki bisnis

  1. Tidak perlu mengeluarkan biaya lebih untuk menjual maupun membeli barang.

Untuk menggunakan situs marketplace ini tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk membuat toko online sendiri. Dan tentunya sebagai penjual akan lebih mudah menjumpai banyak konsumen yang mengunjungi situs marketplace tersebut. Jika masih menjual produk di toko online sendiri mungkin masih memerlukan biaya promosi tambahan, sedangkan untuk berjualan pada situs marketplace biaya promosi ini mungkin sudah tidak perlu pikirkan hanya tinggal memanfaatkannya saja untuk berjualan.

2.Situs marketplace pengelolaannya jauh lebih mudah.

Saat ini situs marketplace yang ada sangat mudah digunakan untuk user. Bahkan bagi orang awam yang sebelumnya belum pernah menggunakan situs jual beli secara online pasti bisa menggunakannya. Karena diberbagai situs marketplace yang ada panduan penggunaan atau informasi untuk user cukup mudah dipahami. Selain daripada itu situs marketplace penggunaannya jauh lebih praktis, dan tidak memerlukan biaya perawatan yang lebih.

3.Potensi market jauh lebih besar

Dengan menggunakan situs marketplace kesempatan untuk menjangkau banyak calon pembeli jauh lebih besar. Karena apa, kalau kita ketahui masyarakat Indonesia tingkat konsumtifnya lumayan tinggi apalagi terhadap produk-produk terbaru yang lagi ngetrend. Selain itu juga, masyarakat sekarang lebih suka menggunakan internet untuk melakukan transaksi jual beli barang.

3.Kelebihan dan Kelebihan dari Market Place

KELEBIHAN

  • Berdagang di Marketplace sangat mudah apalagi bagi Anda pengusaha pemula yang belum memiliki sistem dan prasarana penjualan. Anda hanya perlu membuka akun, memposting dagangan Anda lalu memberikan keterangan.
  • Sistem marketplace telah banyak dipercaya para pembeli karena jaminan transaksi, rekening bersama, dan banyak pilihan produk yang tersedia sehingga para calon pembeli pasti akan melihat dengan sendirinya membuka dan memilih-milih termasuk melihat barang dagangan Anda
  • Banyaknya pedagang juga dapat Anda manfaatkan untuk memperluas jaringan.

KEKURANGAN

  • Banyaknya para pedagang bahkan dengan jenis dagangan yang sama membuat marketplace sebagai wadah persaingan terbuka antar penjual. Hal ini mungkin akan membuat barang yang anda tawarkan sulit terjual. Namun hal tersebut dapat diatasi dengan cara berikut. Manage-lah akun jual-beli anda dengan baik. Management akun marketplace yang baik seperti pelayanan fast response, jujur dan detail dalam memberikan deskripsi produk serta ramah dalam pelayanan
  • Keberlangsungan roda penjualan dan pembelian di marketplace sangat bergantung pada pengelola. Bisa saja situs tersebut tutup atau membuat kebijakan baru yang merugikan Anda sehingga dengan sistem ini memang penjual tidak memiliki kuasa penuh. Dan yang terkenal pun adalah situs tersebut, bukan produk Anda. Anda tidak dapat memperkuat branding produk Anda jika menggunakan sistem ini.

4.Komponen Market Place

Komponen dari sebuah marketplace hampir sama dengan komponen pada pasar tradisional pada umumnya, yang paling penting agar terjadinya sebuah transaksi adalah dengan adanya calon penjual dan pembeli. Disini akan diuraikan beberapa komponen yang menunjang sebuah marketplace itu sendiri, yaitu:

–         Pelanggan

Pelanggan berasal dari seluruh dunia, yang surf melalui Web.

–         Penjual

Jutaan toko ada di Web, iklan dan menawarkan barang yang sangat bervariasi.

–         Barang dan jasa

Barang dan jasa di EC mempunyai tipe fisik dan digital. Digital produk ini adalah barang yang dibuah menjadi format digital dan di kirim melalui Internet.

–         Infrastruktur

Network, hardware, software dan lainnya adalah infrastuktur yang harus disiapkan dalam menjalankan e-marketplaces.

–         Front end

Penjual dan pembeli berhubungan dalam marketspace melalui sebuah front end. Front end ini berisi portal penjual, catalok elektronik, shopping chart, mesin pencari, mesin lelang,

–         Back end

Aktivitas yang berhubungan dengan pemesanan dan pemenuhan pemesanan, manajemen persediaan, pembelian dari pemasok, akuntansi dan financial, proses pembayaran, pengepakan, dan pengiriman dilakukan di back end.

–        Intermediaries

Pihak ke tiga yang mengoperasikan antara penjual dan pembeli. Kebanyakan dioperasikan secara komputerisasi.

–         Partner bisnis lainnya

Misalnya pengiriman, menggunakan internet untuk berkolaborasi, kebanyakan dengan rantai    pemasok

–         Jasa pendukung

Jasa sertifikasi, jasa keamanan biasanya masuk dalam jasa pendukung.

 

 5.Tipe dari Market Place

-Private e-marketplaces

Biasanya dimiliki oleh perusahaan perorangan. Sebuah perusahaan akan menjual produk baik secara customization atau standard. Misalnya : Cisco. Ini lebih mirip seperti sebuah B2C storefront. Bentuk ini sering disebut one to many, satu penjual ke banyak pembeli atau Sell —Side e-marketplaces

Sedangkan jika sebuah perusahaan membeli dari banyak pemasok, tipe ini disebut many to one, banyak penjual ke satu pembeli atau Buy Side e-marketplaces. Misalnya Rafless Hotel membeli kebutuhan dari banyak pemasok

Public e-marketplaces

Biasanya pasar B2B. Mereka dimiliki oleh pihak ketiga yang menjual atau membeli perusahaan (consortium) dan mereka melayani banyak penjual dan banyak pembeli. Pasar ini sering kita ketahui dengan sebutan exchange (misalnya stock exchange, Bursa Efek).

Mereka mengumumkan ke public dan diatur oleh pemerintah atau pemilik exchange.

6.Perbedaan Market place,Online Shop,E-commerce

 

Market place

Marketplace adalah model bisnis yang mana website yang bersangkutan tidak hanya membantu mempromosikan barang dagangan saja, tapi juga memfasilitasi transaksi uang secara online. Pada sistem belanja online ini, sebuah website menyediakan lahan atau tempat  bagi para penjual untuk menjual produk-produknya. Di website inilah kita akan menemukan produk dari penjual yang berbeda, ada juga beberapa penjual dari online shop. Setiap produk yang terdapat dalam website tersebut telah diberikan spesifikasi dan penjelasan kondisi produknya, sehingga pembeli dapat langsung mengklik tombol “beli” kemudian melakukan transfer sejumlah harga yang tercantum. Pada sistem belanja ini, penjual tidak melakukan tanya jawab kepada pembeli dan tidak ada diskon ataupun tawar menawar seperti pada online shop. Contoh dari marketplace diantaranya adalah tokopedia.com, olx.co.id, bukalapak.com, dll.

Online Shop

Sebagian besar orang akan berpendapat segala aktivitas belanja yang dilakukan secara online dapat dilakukan di online shop. Pada kenyataannya, tidak hanya melalui online shop, namun kita juga bisa belanja melalui e-commerce dan marketplace. Online shop atau yang disebut dengan toko online adalah sistem belanja online yang mana pembeli dapat menanyakan harga atau pertanyaan apapun terkait produk kepada penjual secara langsung, dapat melalui BBM, LINE, atau Whatsapp. Di beberapa online shop, biasanya akan ada diskon setelah pembeli sering berlangganan pada online shop tersebut. Ada juga online shop yang masih memberlakukan tawar menawar harga suatu produknya. Contoh dari online shop ini sering dijumpai di Facebook dan Instagram. Online shop yang sering dijumpai di Facebook

E-Commerce

Sistem belanja e-commerce hampir sama dengan marketplace, yaitu pembeli tinggal memilih barang yang diinginkan pada sebuah website, kemudian mengklik tombol “beli” dan melakukan transfer sejumlah harga yang tercantum. Bedanya adalah pada e-commerce, barang ataupun produk yang dijual berasal dari website itu sendiri. Ia tidak membuka lahan atau tempat bagi para penjual lain untuk menjajakan produk mereka. Tidak ada tawar menawar dan harga yang diberikan adalah harga pas. Contoh dari e-commerce misalnya zalora.com, berrybenka.com, dll.

 

 

BAB III

PENUTUP

A.KESIMPULAN

Marketplace merupakan sebuah pasar virtual dimana pasar tersebut menjadi tempat bertemunya pembeli dan penjual untuk melakukan transaksi. E-market mempunyai fungsi yang sama dengan sebuah pasar tradisional, hanya saja yang menjadi perbedaan nya adalah E-Market ini lebih terkomputerisasi dengan menggunakan bantuan sebuah jaringan dalam mendukung sebuah pasar agar dapat dilakukan secara efisien dalam menyediakan up date informasi dan layanan jasa untuk penjual dan pembeli yang berbeda-beda Situs marketplace sangatlah bermanfaat jika ingin mulai menjalankan bisnis maupun yang sudah memiliki bisnis

  • Tidak perlu mengeluarkan biaya lebih untuk menjual maupun membeli barang.
  • Situs marketplace pengelolaannya jauh lebih mudah.
  • Potensi market jauh lebih besar

 

DAFTAR PUSTAKA

  1. blogspot.co.id201406e-marketplace.html
  2. http://dagdig.com/perbedaan-online-marketplace-dan-ecommerce/
  3. https://www.academia.edu/11127970/Makalah_E_marketplace


Tinggalkan komentar

KORUPSI ALA “MAHASISWA”

KORUPSI ALA “MAHASISWA”

Dosen pengampu:

Achmad Taufik Hanafi ,MM.

 unipdu1

NAMA KELOMPOK:

1.     Mochammad saiful amin       (4114025)

2.     Sulaiman                                      (4114027)

3.     Wreda kurnia sony anggara    (4114035)

4.     Alfan nur fahrozi                      (4114040)

5.     Dliyauddin                                   (4114046)

6.     Muhammad helmy                   (4114109)

7.     Sunariyadi                                    (4115001)

8.     Nur hamidah                                 (4115010)

9.     Betty rhoudlotul jannah             (4115014)

Prodi Sistem Informasi

Fakultas Teknik

UNIVERSITAS PESANTREN TINGGI DARUL ULUM

JOMBANG

2016

KATA PENGANTAR

 

Alhamdulillah, segala puji kami panjatkan atas berkah rahmat yang di berikan Allah kepada saya,sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik tanpa ada halangan yang berarti.

Makalah ini di susun dengan maksud untuk memenuhi tugas mata kuliah Pendidikan anti Korupsi.

Sekali lagi kami mengucapkan banyak – banyak terimakasih atas terselesainya makalah ini,kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesan sempurna. Untuk itu mohon kritik dan saran yang membangun untuk memperbaiki makalah ini di waktu mendatang.

Jombang, 29 April 2016

 

Penulis

 

BAB 1

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Penyelenggara Negara mempunyai peran penting dalam konstelasi ketatanegaraan. Hal ini tersirat dalam Amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang menyatakan antara lain bahwa tujuan dibentuknya ”Pemerintah Negara Indonesia dan yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa…”.

 

Dalam implementasinya, penyelenggaraan Negara tidak boleh menyimpang dari kaidah-kaidah yang digariskan. Namun demikian, dalam perkembangannya, pembangunan di berbagai bidang berimplikasi terhadap perilaku penyelenggara negara yang memunculkan rasa ketidakpercayaan masyarakat.

 

Stigma yang menganggap penyelenggara negara belum melaksanakan fungsi pelayanan publik berkembang sejalan dengan ”social issue” mewabahnya praktek-prakter korupsi sebagai dampak adanya pemusatan kekuasaan, wewenang dan tanggung jawab pada jabatan tertentu. Disamping itu masyarakat sendiri tidak sepenuhnya dilibatkan dalam Kegiatan Penyelenggaraan Negara sehingga eksistensi kontrol sosial tidak berfungsi secara efektif terhadap penyelenggara negara, terutama dalam hal akuntabilitas pengelolaan keuangan negara, sehingga rentan sekali untuk menimbulkan penyimpangan dan korupsi.

 

Korupsi tidak hanya dilakukan oleh penyelenggara negara namun masih banyak di sekeliling kita baik dilakukan masyarakat biasa,pejabat desa,mahasiswa,dosen dan lain sebagainya yang melakukan tindak korupsi.

 

Korupsi adalah suatu tindakan yang sangat tidak terpuji dan dapat merugikan orang lain atau suatu bangsa.disini kami mengambil tema korupsi ala mahasiswa sebagai instropeksi bagi kami sendiri dan sebagai wawasan untuk kita semua pada umumnya.

2.Rumusan Masalah

 

  1. Apa yang dimaksud dengan korupsi
  2. Mengetahui unsur-unsur yang melekat pada korupsi
  3. Apa macam-macam korupsi yang dilakukan mahasiswa
  4. Sebab-sebab korupsi

3.Tujuan

 

 

  1. Sebagai bahan intropeksi bagi kita semua
  2. Lebih mengetahui tindakan yang disebut korupsi
  3. Mengetahui sebab-sebab korupsi

 

BAB II

PEMBAHASAN

  1. PENGERTIAN KORUPSI

Korupsi atau rasuah (bahasa Latin: corruptio dari kata kerja corrumpere yang bermakna busuk,rusak, menggoyahkan, memutarbalik, menyogok) adalah tindakan pejabat publik, baik politisi maupunpegawai negeri, serta pihak lain yang terlibat dalam tindakan itu yang secara tidak wajar dan tidaklegal menyalahgunakan kepercayaan publik yang dikuasakan kepada mereka untuk mendapatkan keuntungan sepihak.

Dari sudut pandang hukum tindak pidana korupsi secara garis besar memenuhi unsur-unsur sebagai berikut:

perbuatan melawan hukum,

penyalahgunaan kewenangan, kesempatan, atau sarana,

memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi, dan

merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.
Jenis tindak pidana korupsi di antaranya, namun bukan semuanya, adalah

  • memberi atau menerima hadiah atau janji (penyuapan).
  • penggelapan dalam jabatan.
  • pemerasan dalam jabatan.
  • ikut serta dalam pengadaan (bagi pegawai negeri/penyelenggara negara).
  • menerima gratifikasi (bagi pegawai negeri/penyelenggara negara).

Korupsi menurut arti luas suatu tindakan yang sangat tidak terpuji dan dapat merugikan orang lain atau suatu bangsa.dalam makalah ini korupsi yang dilakukan mahasiswa dapat merugikan dirinya atau banyak masalah disekitarnya.beberapa unsur yang melekat pada korupsi . Pertama, tindakan mengambil, menyembunyikan, menggelapkan harta negara atau masyarakat. Kedua, melawan norma-norma yang sah dan berlaku. Ketiga, penyalahgunaan kekuasaan atau wewenang atau amanah yang ada pada dirinya. Keempat, demi kepentingan diri sendiri, keluarga, kerabat, korporasi atau lembaga instansi tertentu. Kelima, merugikan pihak lain, baik orang lain,masyarakat maupun negara.

2.MACAM-MACAM TINDAKAN KORUPSI YANG DILAKUKAN MAHASISWA

Beberapa tindakan mahasiswa yang disadari ataupun tidak disadari banyak yang melakukan tindak korupsi.korupsi dalam hal ini korupsi adalah tidak menempatkan sesuatu pada tempatnya.macam-macam tindak korupsi yang dilakukan mahasiswa diataranya:

  1. Korupsi waktu baik ketika masuk kelas atau ketika pulang dari kampus.
  2. Korupsi absensi yang dilakukan mahasiswa karena lebih mementingkan nilai ipk dari pada nilai kejujuran
  3. Korupsi kelengkapan mahasiswa contoh tidak membawa buku,pena,atau memakai kaos oblong ketika ada mata kuliah
  4. Korupsi tugas contoh ketika diberi tugas tidak mengerjakan atau mengcopy dari temannya
  5. Korupsi pacaran contoh ketika ada mata kuliah asyik pacaran daripada melakukan tugas sebagai mahasiswa

3.SEBAB-SEBAB KORUPSI

 

Sebab korupsi di kalangan mahasiswa

  1. ada rasa menyepelekan dalam dirinya
  2. lebih mementingkan nilai dari pada kejujuran
  3. dorongan dari teman atau terpengaruh dari lingkungan

 

Menurut Dr. Sarlito W. Sarwono, tidak ada jawaban yang persis, tetapi ada dua hal yang jelas, yakni :

  1. Dorongan dari dalam diri sendiri (keinginan, hasrat, kehendak dan sebagainya),
  2. Rangsangan dari luar (dorongan teman-teman, adanya kesempatan, kurang kontrol dan sebagainya.

Dr. Andi Hamzah dalam disertasinya menginventarisasikan beberapa penyebab korupsi, yakni :

  1. Kurangnya gaji pegawai dibandingkan dengan kebutuhan yang makin meningkat.
  2. Latar belakang kebudayaan atau kultur Indonesia yang merupakan sumber atau sebab meluasnya korupsi.
  3. Manajemen yang kurang baik dan kontrol yang kurang efektif dan efisien, yang memberikan peluang orang untuk korupsi.
  4. Modernisasi pengembangbiakan korupsi

 

4.UPAYA PEMBERANTASAN KORUPSI DI KALANGAN MAHASISWA

mahasiwa adalah elemen masyarakat yang paling idealis dan memiliki semangat yang sangat tinggi dalam memperjuangkan sesuatu. Selama ini mahasiswa dipandang bisa cukup signifikan dalam mempengaruhi perubahan kebijakan atau struktur pemerintahan. Di sisi lain mahasiswa juga bisa mempengaruhi lapisan masyarakat lainnya untuk menuntut hak mereka yang selama ini kurang diperhatikan oleh pemerintah. Peran mahasiswa bisa dilihat dalam sejarah perjuangan kemerdekaan mengenai kebangkitan bangsa Indonesia dalam melawan penjajahan Belanda yang mana dipelopori oleh para mahasiswa kedokteran Stovia. Presiden pertama Indonesia, Soekarno sang Proklamator Kemerdekaan RI merupakan tokoh pergerakan dari kalangan mahasiswa. Selain itu peristiwa lain yaitu pada tahun 1996, ketika pemerintahan Soekarno mengalami keadaan politik yang tidak kondusif dan memanas kemudian mahasiswa tampil dengan memberikan semangat bagi pelaksanaan Tritura yang akhirnya melahirkan orde baru. Akhirnya, ketika masa orde baru, mahasiswa juga menjadi pelopor dalam perubahan yang kemudian melahirkan reformasi.

Adapun upaya-upaya yang bisa dilakukan oleh mahasiswa adalah:

  1. Menciptakan lingkungan bebas dari korupsi di kampus.
    Hal ini terutama dimulai dari kesadaran masing-masing mahasiswa yaitu menanamkan kepada diri mereka sendiri bahwa mereka tidak boleh melakukan tindakan korupsi walaupun itu hanya tindakan sederhana, misalnya terlambat datang ke kampus, menitipkan absen kepada teman jika tidak masuk atau memberikan uang suap kepada para pihak pengurus beasiswa dan macam-macam tindakan lainnya. Memang hal tersebut kelihatan sepele tetapi berdampak fatal pada pola pikir dan dikhawatirkan akan menjadi kebiasaan bahkan yang lebih parah adalah menjadi sebuah karakter.
    Selain kesadaran pada masing-masing mahasiswa maka mereka juga harus memperhatikan kebijakan internal kampus agar dikritisi sehingga tidak memberikan peluang kepada pihak-pihak yang ingin mendapatkan keuntungan melalui korupsi. Misalnya ketika penerimaan mahasiswa baru mengenai biaya yang diestimasikan dari pihak kampus kepada calon mahasiswa maka perlu bagi mahasiswa untuk mempertanyakan dan menuntut sebuah transparasi dan jaminan yang jelas dan hal lainnya. Jadi posisi mahasiswa di sini adalah sebagai pengontrol kebijakan internal universitas.

Dengan adanya kesadaran serta komitmen dari diri sendiri dan sebagai pihak pengontrol kebijakan internal kampus maka bisa menekan jumlah pelaku korupsi.
Upaya lain untuk menciptakan lingkungan bebas dari korupsi di lingkungan kampus adalah mahasiswa bisa membuat koperasi atau kantin jujur. Tindakan ini diharapkan agar lebih mengetahui secara jelas signifikansi resiko korupsi di lingkungan kampus.
Mahasiswa juga bisa berinisiatif membentuk organisasi atau komunitas intra kampus yang berprinsip pada upaya memberantas tindakan korupsi. Organisasi atau komunitas tersebut diharapkan bisa menjadi wadah mengadakan diskusi atau seminar mengenai bahaya korupsi. Selain itu organisasi atau komunitas ini mampu menjadi alat pengontrol terhadap kebijakan internal kampus.

  1. Memberikan pendidikan kepada masyarakat tentang bahaya melakukan korupsi.
    Upaya mahasiswa ini misalnya memberikan penyuluhan kepada masyarakat mengenai bahaya melakukan tindakan korupsi karena pada nantinya akan mengancam dan merugikan kehidupan masyarakat sendiri. Serta menghimbau agar masyarakat ikut serta dalam menindaklanjuti (berperan aktif) dalam memberantas tindakan korupsi yang terjadi di sekitar lingkungan mereka. Selain itu, masyarakat dituntut lebih kritis terhadap kebijakan pemerintah yang dirasa kurang relevan. Maka masyarakat sadar bahwa korupsi memang harus dilawan dan dimusnahkan dengan mengerahkan kekuatan secara massif, artinya bukan hanya pemerintah saja melainakan seluruh lapisan masyarakat.
  2. Menjadi alat pengontrol terhadap kebijakan pemerintah.
    Mahasiswa selain sebagai agen perubahan juga bertindak sebagai agen pengontrol dalam pemerintahan. Kebijakan pemerintah sangat perlu untuk dikontrol dan dikritisi jika dirasa kebijakan tersebut tidak memberikan dampak positif pada keadilan dan kesejahteraan masyarakat dan semakin memperburuk kondisi masyarakat. Misalnya dengan melakukan demo untuk menekan pemerintah atau melakukan jajak pendapat untuk memperoleh hasil negosiasi yang terbaik.

 

 

BAB III

PENUTUP

  1. KESIMPULAN

Korupsi atau rasuah (bahasa Latin: corruptio dari kata kerja corrumpere yang bermakna busuk,rusak, menggoyahkan, memutarbalik, menyogok) adalah tindakan pejabat publik, baik politisi maupunpegawai negeri, serta pihak lain yang terlibat dalam tindakan itu yang secara tidak wajar dan tidaklegal menyalahgunakan kepercayaan publik yang dikuasakan kepada mereka untuk mendapatkan keuntungan sepihak. macam-macam tindak korupsi yang dilakukan mahasiswa diataranya:

  1. Korupsi waktu baik ketika masuk kelas atau ketika pulang dari kampus terlambat.
  2. Korupsi absensi yang dilakukan mahasiswa karena lebih mementingkan nilai ipk dari pada nilai kejujuran
  3. Korupsi kelengkapan mahasiswa contoh tidak membawa buku,pena,atau memakai kaos oblong ketika ada mata kuliah
  4. Korupsi tugas contoh ketika diberi tugas tidak mengerjakan atau mengcopy dari temannya
  5. Korupsi pacaran contoh ketika ada mata kuliah asyik pacaran daripada melakukan tugas sebagai mahasiswa.

Upaya yang dapat dilakukan mahasiswa untuk tindak korupsi:

  1. Menciptakan lingkungan bebas dari korupsi di kampus.
    b. Memberikan pendidikan kepada masyarakat tentang bahaya melakukan korupsi.
    c. Menjadi alat pengontrol terhadap kebijakan pemerintah.


Tinggalkan komentar

tugas 2 individu

SISTEM INFORMASI LOWONGAN KERJA WILAYAH JOMBANG

 

Dosen Pengampu:

Endang Kurniawan, S.Kom., M.M., CEH, CHFI, CIPM.

unipdu1

 

Disusun Oleh:

MUHAMMAD HELMY

NIM:4114109

 

UNIVERSITAS PESANTREN TINGGI DARUL ‘ULUM

FAKULTAS SISTEM INFORMASI

JOMBANG

TAHUN 2016

 

 

 

 

SISTEM INFORMASI LOWONGAN KERJA WILAYAH JOMBANG

 

 

Identifikasi Masalah:

Permasalahan:

  1. Kurangnya informasi tentang lowongan kerja di wilayah jombang
  2. Banyaknya calon pekerja yang tidak tahu tempat untuk mencari informasi tentang lowongan kerja
  3. Masih konvensional untuk mencari kerja di jombang
  4. Tempat yang tidak nyaman untuk melihat lowongan kerja di pagar,pinggir jalan,tiang listrik
  5. Masih belum terorganisirnya informasi lowongan kerja

 

Analisis kebutuhan

Data yang di perlukan dalam pengembangan sistem ini adalah:

Admin:id_admin(*),username,password.

Perusahaan:id_perusaahaan(*),nm_perusahaan,visi_perusahaan,misi perusahaan.

Loker:id_loker(*),id_perusahaan,daftar_loker,syarat_lamaran.

 

Kebutuhan fungsional

Fungsi dari system ini adalah

  1. Proses login untuk admin
  2. Proses update,delete,print,save untuk admin
  3. Proses print untuk pencari lowongan kerja
  4. Penginputan data dilakukan oleh admin

 

Screenshoot program:

signloker